Surplus Perdagangan di atas Bantalan Ekspor Sawit
• Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus 3,12 miliar USD pada Februari 2025, meningkat sementara neraca perdagangan non-migas mencatat surplus 4,84 miliar USD, tren ini menunjukkan pelemahan daya saing ekspor dan tekanan dari lonjakan impor yang semakin membebani perdagangan nasional.
• Volume impor melonjak 16,4% y-on-y pada Februari 2025, jauh lebih cepat dibandingkan kenaikan nilai impornya yang hanya 2,3% didorong oleh impor barang modal dan kendaraan. Peningkatan tajam disinyalir disebabkan impor kendaraan yang menunjukkan tingginya ketergantungan pada produk otomotif luar negeri.
• Meskipun nilai ekspor tumbuh 14,1% y-on-y, volume ekspor justru terkontraksi -1,4%, menandakan bahwa kenaikan ekspor lebih didorong oleh harga komoditas global daripada peningkatan daya saing industri. Penurunan harga batu bara dan nikel menekan nilai ekspor sektor ini, sementara harga minyak sawit yang sedikit pulih membantu menopang ekspor.
• Ketergantungan pada ekspor komoditas mentah tanpa diversifikasi industri tetap menjadi risiko utama bagi stabilitas perdagangan Indonesia di masa depan.