Ambisi Pertumbuhan Ekonomi dan Gejolak Rupiah Saat ini
- Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 tumbuh 5,61% YoY, tertinggi dalam 14 triwulan
terakhir, namun secara kuartalan justru terkontraksi -0,77% (QtQ). Struktur pertumbuhan
ini ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga yang menyumbang 2,94% PDB dan lonjakan
Konsumsi Pemerintah sebesar 21,18%. - Sektor produktif seperti Industri Pengolahan melambat ke 5,04%, pertumbuhan tertinggi
justru bergeser ke sektor jasa dan akomodasi akibat ekspansi program Makan Bergizi
Gratis (MBG). - Di balik pertumbuhan tersebut, ada tekanan struktural pada kualitas ketenagakerjaan
dan daya beli masyarakat. Penurunan angka pengangguran berjalan lambat dan
penyerapan kerja didominasi oleh sektor informal. Di sisi lain kesejahteraan pekerja
tertekan pada pos pengeluaran terbesar untuk kebutuhan pangan di kisaran 36-38%. - Di sektor moneter, Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%
untuk menahan pelemahan Rupiah. Di sektor fiskal, utang pemerintah telah menembus
Rp9.920 triliun. Kondisi ini menunjukkan ruang kebijakan ekonomi yang semakin
terbatas dan tantangan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026-2027.