Penguatan Industri Modest Fashion melalui Integrasi Rantai Pasok Global

  • Indonesia menempati peringkat pertama global dalam modest fashion, namun pertumbuhan sektor ini stagnan dan kontribusi terhadap PDB rendah. Keterbatasan rantai pasok antara hulu dan hilir yang belum terintegrasi juga menjadi salah satu tantangan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara daya saing global dan kapasitas produksi domestik.
  • Rantai pasok industri modest fashion masih belum terintegrasi secara optimal, terutama pada hubungan antar sektor midstream–hilir yang masih lemah. Industri pakaian jadi sangat bergantung pada sektor di belakangnya, namun sektor midstream seperti tekstil, benang, dan barang rajutan masih lemah dalam memasok kebutuhan industri hilir.
  • Industri tekstil Indonesia mengalami inefisiensi, tercermin dari stagnasi output meskipun input tersedia. Produktivitas tenaga kerja tertinggal dibanding negara pesaing, menunjukkan adanya low productivity trap. Investasi yang ada belum terarah untuk memperkuat integrasi dan efisiensi produksi.
  • Perlu strategi terintegrasi untuk penguatan industri modest fashion melalui pengembangan industri hulu dan midstream, peningkatan kualitas SDM industri, modernisasi teknologi produksi, serta integrasi ke rantai pasok global. Kebijakan modest fashion perlu difokuskan pada substitusi impor bahan baku, peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta penguatan ekspor modest fashion bernilai tambah.

Hari & Tanggal

Waktu

Live

Bagikan

Penulis

Rochmatulloh Alaika
Muhammad Syakhsan Haq

Publikasi Terkait