Macroeconomics and Finance Brief Update – Juni 2026

Ambisi Pertumbuhan Ekonomi dan Gejolak Rupiah Saat ini

  • Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 tumbuh 5,61% YoY, tertinggi dalam 14 triwulan
    terakhir, namun secara kuartalan justru terkontraksi -0,77% (QtQ). Struktur pertumbuhan
    ini ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga yang menyumbang 2,94% PDB dan lonjakan
    Konsumsi Pemerintah sebesar 21,18%.
  • Sektor produktif seperti Industri Pengolahan melambat ke 5,04%, pertumbuhan tertinggi
    justru bergeser ke sektor jasa dan akomodasi akibat ekspansi program Makan Bergizi
    Gratis (MBG).
  • Di balik pertumbuhan tersebut, ada tekanan struktural pada kualitas ketenagakerjaan
    dan daya beli masyarakat. Penurunan angka pengangguran berjalan lambat dan
    penyerapan kerja didominasi oleh sektor informal. Di sisi lain kesejahteraan pekerja
    tertekan pada pos pengeluaran terbesar untuk kebutuhan pangan di kisaran 36-38%.
  • Di sektor moneter, Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%
    untuk menahan pelemahan Rupiah. Di sektor fiskal, utang pemerintah telah menembus
    Rp9.920 triliun. Kondisi ini menunjukkan ruang kebijakan ekonomi yang semakin
    terbatas dan tantangan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026-2027.

Hari & Tanggal

Time

Live

Share

Author

Sia Nawir
M. Syamil Iklil Abd Barr
Yusuf Taqy Mubarak
Lutfi Shofi Rahmawati

Publikasi Terkait