Beyond Halal Entertainment: Membangun Industri Media dan Rekreasi Halal sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Beyond Halal Entertainment Membangun Industri Media dan Rekreasi Halal sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pasar Muslim Besar, Nilai Ekonomi Belum Optimal

  • Belanja media dan rekreasi Muslim global mencapai US$276 miliar pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$364 miliar pada 2029. Besarnya pasar tersebut menunjukkan bahwa halal entertainment bukan lagi ceruk pasar, melainkan bagian dari ekonomi global yang terus berkembang. Namun, peluang pasar belum otomatis menjadi kekuatan industri domestik; posisi Indonesia dalam GIEI Media & Recreation masih berfluktuasi sebelum kembali berada di peringkat ke-3 pada 2025.

Ekonomi Kreatif Tumbuh, Struktur Nilai Tambah Perlu Diperkuat

  • Ekonomi kreatif telah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 7,28% atau Rp1.611,2 triliun pada 2024. Pertumbuhannya sebesar 6,57% bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03%. Namun, pertumbuhan aktivitas ekonomi kreatif perlu diikuti penguatan kemampuan menghasilkan dan mempertahankan nilai tambah melalui pengembangan IP, komersialisasi konten, serta perluasan pasar ekspor.

Talenta Kreatif Melonjak, Monetisasi IP Masih Menjadi Tantangan

  • Pertumbuhan tenaga kerja pada subsektor kreatif digital menunjukkan kapasitas produksi konten Indonesia semakin kuat. Desain tumbuh paling tinggi sebesar 64,04% per tahun, diikuti Film Animasi & Video (48,75%) dan Musik (32,62%). Namun, tantangan industri bergeser dari sekadar menciptakan konten menuju kemampuan menguasai IP, memperoleh royalti, dan memonetisasi karya secara berkelanjutan.

Dari Pasar Konsumen Menjadi Pusat Produksi Halal Entertainment

  • Pasar media digital Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$2,83 miliar pada 2025 menjadi US$3,91 miliar pada 2031, dengan CAGR 5,55%. Namun, dominasi platform global dan ketimpangan penerimaan serta pembayaran royalti menunjukkan Indonesia perlu bergeser dari sekadar pasar konsumen menjadi pemilik IP dan produsen konten yang mampu menangkap nilai ekonomi di dalam negeri maupun pasar global.

Hari & Tanggal

Waktu

Live

Bagikan

Penulis

Rochmatulloh Alaika
Raditya Akhdan Nirwasita

Publikasi Terkait