INDEF menyelenggarakan diskusi publik pada 6 Mei 2025 untuk menanggapi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 yang hanya mencapai 4,87 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan 5,11 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. INDEF menilai capaian ini sebagai sinyal gawat bagi perekonomian nasional yang memerlukan respon cepat. Pertama, perlambatan ekonomi global yang diproyeksikan IMF sebesar 2,8 persen menjadi ancaman nyata bagi Indonesia yang masih bergantung pada ekspor komoditas mentah dan belum memiliki basis industrialisasi kuat. Kedua, fenomena “dual shocks” akibat volatilitas harga komoditas menunjukkan kegagalan hilirisasi, dengan lonjakan harga energi memberi penerimaan temporer, namun harga nikel dan CPO yang anjlok justru melemahkan sektor hilir dan lapangan kerja.
Ketiga, perlambatan ini mencerminkan kegagalan transformasi struktural domestik, lemahnya belanja produktif, dan stagnansi investasi, sehingga target pertumbuhan tinggi hanya menjadi slogan politis. Keempat, dari sisi permintaan, pelemahan konsumsi rumah tangga, stagnannya investasi, dan kontraksi konsumsi pemerintah akibat efisiensi anggaran Rp300 triliun justru melemahkan daya dorong ekonomi. Kelima, dari sisi penawaran, pertumbuhan sektor pertanian yang bersifat musiman menutupi stagnasi industri manufaktur dan tambang, menandakan lemahnya daya dorong hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan. Keenam, rezim suku bunga tinggi dan efisiensi anggaran berlebihan menyebabkan kekeringan likuiditas di sektor riil.
Ketujuh, lemahnya pertumbuhan kredit dan meningkatnya undisbursed loan menandakan ketidakpastian tinggi di dunia usaha, bahkan momentum Ramadan dan Lebaran tak mampu mendorong ekspansi kredit secara signifikan. Terakhir, INDEF menekankan pentingnya kombinasi kebijakan yang mengoptimalkan potensi domestik, memperkuat stimulus fiskal yang tepat sasaran, serta membangun ekosistem industri yang didukung oleh sektor energi, logistik, infrastruktur, dan tenaga kerja agar perekonomian kembali tumbuh secara berkelanjutan.