2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!

Diskusi publik INDEF bertajuk “2 Bulan Perang Israel–AS vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” menyoroti meningkatnya tekanan ekonomi global yang mulai berdampak nyata ke Indonesia. Lonjakan harga minyak di atas USD 100 per barel, pelemahan rupiah, risiko capital outflow, serta membengkaknya subsidi energi menempatkan pemerintah pada dilema antara menjaga stabilitas makroekonomi dan keberlanjutan fiskal.

Dari sisi makroekonomi, konflik ini mentransmisikan shock melalui kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar yang menekan daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga berpotensi terkontraksi, sementara inflasi yang terjadi bersifat cost-push dan menekan kelompok menengah-bawah. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap moderat, namun menghadapi tekanan dari sisi permintaan dan biaya produksi yang meningkat di berbagai sektor.

Tekanan juga signifikan pada sisi fiskal dan eksternal. Kenaikan harga minyak memperbesar beban subsidi yang berpotensi memperlebar defisit, sementara gangguan rantai pasok dan perlambatan mitra dagang menekan kinerja ekspor. Di pasar keuangan, risiko capital outflow, kenaikan yield, dan tingginya cost of fund mulai menghambat pertumbuhan kredit dan mempersempit ruang kebijakan.

Di tengah kondisi tersebut, ruang fiskal Indonesia dinilai sudah terbatas, dengan belanja rutin yang dominan, pembayaran bunga utang yang meningkat, serta sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi harga minyak dan nilai tukar. Tambahan subsidi energi berpotensi melonjak signifikan, sehingga meningkatkan risiko defisit melampaui batas aman jika tidak dikelola secara hati-hati.

Secara keseluruhan, tekanan geopolitik ini tidak hanya berdampak pada sektor riil, tetapi juga merambat ke fiskal, moneter, dan kepercayaan pelaku ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan respons kebijakan yang komprehensif, meliputi reformasi subsidi yang lebih tepat sasaran, penguatan sisi supply domestik, stabilisasi nilai tukar, serta perbaikan iklim investasi dan pendalaman pasar keuangan. Tanpa langkah struktural tersebut, tekanan ekonomi berisiko menjadi lebih dalam dan berkepanjangan.

Layanan Pijat SHT

Bagikan

Penulis

Video

Media Terkait