Diskusi Publik INDEF bertajuk “Ekonomi Lebaran, Saat Cekak Anggaran” yang diselenggarakan pada 19 Maret 2025 di Jakarta membahas tantangan ekonomi menjelang Lebaran, khususnya terkait efisiensi anggaran, kenaikan harga bahan pokok, dan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Eko Listiyanto memaparkan analisis big data dari media sosial dan e-commerce yang menunjukkan mayoritas masyarakat menolak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah (67,4% sentimen negatif) serta meningkatnya harga bahan pokok yang semakin menekan daya beli masyarakat. M. Rizal Taufikurahman menyoroti stagnansi pertumbuhan ekonomi, deflasi sebesar -0,48%, dan berkurangnya likuiditas yang berimbas pada pelemahan konsumsi.
Sementara itu, Riza Annisa Pujarama menegaskan bahwa stimulus ekonomi sejak Januari belum efektif dalam meningkatkan daya beli masyarakat, dengan defisit anggaran mencapai Rp31,2 triliun serta utang pemerintah menembus Rp9.000 triliun. Dalam konteks ekonomi daerah, Fadhila Maulida menjelaskan dampak mudik Lebaran terhadap pertumbuhan ekonomi regional yang tidak merata, terutama di sektor pariwisata dan UMKM. Diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi utama, antara lain perlunya transparansi anggaran, stabilisasi harga bahan pokok, intervensi strategis bagi kelompok rentan, penguatan UMKM, serta percepatan transformasi ekonomi guna menciptakan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan efektif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat menjelang Lebaran.