Ekonomi 2026: Perspektif Ekonom Muda INDEF

Memasuki tahun 2026, perekonomian Indonesia dihadapkan pada tantangan struktural yang semakin kompleks, mulai dari kerentanan rantai pasok global, ketahanan pangan, hingga daya beli masyarakat. Ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan konsentrasi perdagangan internasional menuntut perumusan kebijakan ekonomi yang lebih berbasis data dan berorientasi jangka panjang.

Dalam diskusi publik INDEF, Ariyo DP Irhamna menyoroti kinerja ekspor Indonesia yang belum mencerminkan peningkatan daya saing. Meskipun peluang pasar global masih terbuka, struktur ekspor nasional tetap bergantung pada komoditas tertentu dan sangat dipengaruhi kondisi global. Peningkatan pangsa pasar Indonesia terjadi pada sektor-sektor dengan pertumbuhan global yang rendah, sehingga manfaat ekonominya terbatas. Lemahnya penguasaan teknologi industri, rendahnya diversifikasi pemasok, serta dominasi China dalam rantai pasok global memperlemah posisi tawar Indonesia. Untuk itu, diperlukan penguatan komersialisasi riset dan inovasi domestik serta reformasi diplomasi ekonomi guna memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai nilai global.

Sementara itu, Rusli Abdulah menekankan ketahanan pangan sebagai isu strategis dan hak dasar masyarakat. Sistem pangan Indonesia masih menghadapi tantangan pada aspek pascapanen, volatilitas harga, serta kerentanan terhadap guncangan eksternal. Produksi padi cenderung stagnan pada periode 2019–2024, meskipun menunjukkan peningkatan pada 2025. Namun, kenaikan produksi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh stabilitas harga beras. Program Makan Bergizi Gratis dinilai memiliki potensi positif, namun memerlukan pengelolaan pasokan yang cermat agar tidak memicu tekanan harga. Dari sisi permintaan, tingginya tingkat kemiskinan berkorelasi dengan kerawanan pangan, sehingga kebijakan pengamanan pasokan, perlindungan daya beli, dan kebijakan impor berbasis data menjadi krusial.

Menutup diskusi, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menegaskan pentingnya kebijakan publik yang berbasis data dan analisis yang kuat agar mampu merespons tantangan ekonomi 2026 secara tepat. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi publik dan pengambil kebijakan dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan perekonomian nasional.

Pak Ali Jasa Pijat

Bagikan

Penulis

Video

Media Terkait