Studi ini menganalisis partisipasi dan adopsi digital usaha mikro di wilayah perdesaan Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi, pemerataan akses dan proses adopsi teknologi digital menjadi peluang penting untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dan produktivitas, khususnya di daerah perdesaan. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi adopsi digital oleh pelaku usaha mikro dengan menggunakan data cross-section SUSENAS 2021 dan PODES 2021, serta pendekatan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses terhadap infrastruktur digital, keterjangkauan biaya internet, literasi dan keterampilan digital, akses keuangan dan pembiayaan, serta karakteristik sosial-ekonomi seperti gender dan tingkat pendidikan secara signifikan memengaruhi adopsi platform e-commerce oleh usaha mikro. Temuan ini menegaskan bahwa percepatan transformasi digital, khususnya di wilayah perdesaan, perlu mempertimbangkan heterogenitas wilayah, kondisi sosialekonomi, dan tingkat kesiapan digital yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong peningkatan literasi digital, keterjangkauan layanan internet, serta penguatan inklusi keuangan dan akses pembiayaan menjadi krusial untuk memperluas adopsi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.