Monitoring Issue of Food, Energy and Sustainable Development – Februari 2026

Ujian Ketahanan Energi dan Pangan Indonesia di Tengah Eskalasi Perang di Timur Tengah

  • Eskalasi perang terbuka antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran telah meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz. Eskalasi ini memicu lonjakan harga minyak dan gas serta kenaikan premi risiko perdagangan internasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga merambat ke sektor pangan melalui kenaikan biaya logistik, pupuk, dan pakan ternak, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
  • Bagi Indonesia sebagai net importer minyak dan sejumlah komoditas pangan strategis, gejolak ini memperbesar kerentanan eksternal. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan beban subsidi dan memperlebar risiko fiskal, sementara pelemahan rupiah dapat mempermahal impor bahan baku protein dan pakan. Kondisi tersebut menempatkan ketahanan energi dan pangan dalam tekanan simultan, terutama jika konflik berlangsung berkepanjangan dan memicu volatilitas pasar keuangan global.
  • Dalam konteks ini, ketahanan nasional sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat produksi domestik. Ketergantungan impor dalam jangka panjang berisiko mempersempit ruang kebijakan dan meningkatkan eksposur terhadap shock geopolitik. Oleh karena itu, diperlukan strategi terpadu untuk diversifikasi sumber pasokan, penguatan cadangan strategis, serta percepatan substitusi impor guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Hari & Tanggal

Waktu

Live

Bagikan

Penulis

Publikasi Terkait