INDEF menggelar Diskusi Publik bertajuk “Dampak Perang Iran-Israel Terhadap Perekonomian Indonesia” pada 29 Juni 2025 untuk membahas potensi ancaman geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi nasional. Konflik Iran-Israel dinilai tak hanya berdampak militer dan diplomatik, tetapi juga menimbulkan tekanan terhadap rantai pasok global, harga energi, serta sentimen pasar keuangan. Tauhid Ahmad, Ekonom Senior INDEF, menjelaskan bahwa geoekonomi kini menjadi alat kekuasaan strategis, di mana ketegangan seperti peningkatan pengayaan uranium oleh Iran dan respons militer Israel dapat memicu lonjakan harga minyak dan ketidakpastian ekonomi global, apalagi jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu. Meskipun perdagangan Indonesia dengan kedua negara relatif kecil, dampak tidak langsungnya terasa dalam bentuk tekanan terhadap rupiah, kenaikan harga BBM, dan gangguan logistik global.
Ahmad Heri Firdaus menambahkan bahwa perang berpotensi mengganggu pasokan minyak global, memicu inflasi, dan menggeser investasi ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS. Simulasi menggunakan pendekatan GTAP menunjukkan bahwa konflik ini dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui penurunan ekspor di sektor makanan olahan, minyak, tekstil, dan logam, serta peningkatan impor barang manufaktur ringan. Ia merekomendasikan respons jangka pendek berupa stabilisasi harga energi melalui subsidi, diversifikasi sumber energi, pemetaan sektor rentan, serta penguatan industri dan rantai pasok domestik.
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menekankan bahwa konflik ini menimbulkan transmisi gejolak ke sektor riil dan keuangan Indonesia. Inflasi, capital outflow, pelemahan IHSG, serta beban subsidi yang meningkat menjadi tantangan nyata. Ia mendorong efisiensi belanja negara, penguatan stimulus fiskal, pengawasan sektor keuangan, dan diversifikasi pasar serta energi nasional. Dalam menghadapi turbulensi geopolitik global, Indonesia dituntut untuk memiliki kebijakan yang adaptif, responsif, dan berbasis data guna menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.