Paradoks Pertumbuhan Ekosistem Digital UMKM Indonesia
- Jumlah pelaku usaha yang masuk ke platform e-commerce meningkat signifikan hingga lebih dari 4,4 juta unit, namun pertumbuhan nilai transaksi (GMV) justru melambat dan pangsa pasar Indonesia di kawasan Asia Tenggara menurun. Kondisi ini menunjukkan kondisi paradoksal ekonomi digital Indonesia, yakni ekspansi pelaku usaha tidak diikuti oleh peningkatan kinerja yang sebanding.
- Konsolidasi marketplace menyebabkan pasar semakin terkonsentrasi dan mengurangi daya tawar UMKM. Di sisi lain, besarnya biaya platform, logistik, dan pemasaran digital memperkecil margin usaha, sehingga memperkuat tekanan terhadap keberlanjutan bisnis, khususnya bagi pengusaha skala mikro dan kecil.
- Pertumbuhan jumlah pelaku usaha digital berlangsung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan domestik yang cenderung moderat. Pada saat yang sama, meningkatnya arus barang impor melalui e-commerce yang didominasi oleh produk dari China, menambah intensitas persaingan dan menekan daya saing UMKM lokal.
- Maka, pemerintah harus segera menerapkan PPN dan bea masuk pada seluruh barang impor via ecommerce guna menciptakan keadilan pasar. Selain itu, fokus kebijakan harus beralih kepada mendorong ekosistem digital berbasis kualitas, peningkatan produktivitas digital UMKM, serta peningkatan efisiensi biaya.