Pandangan & Keterlibatan UMKM pada Program MBG dan KDMP

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan dua program strategis pemerintah yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui perluasan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keterlibatan UMKM, mengidentifikasi manfaat dan peluang ekonomi kedua program tersebut, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 1.800 pelaku UMKM formal dan informal di berbagai wilayah Indonesia pada Agustus 2026, dengan analisis deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Adanya kesenjangan antara jangkauan program dan keterlibatan UMKM. Meskipun 97 persen responden mengenal MBG dan program tersebut telah hadir di 92 persen desa/kelurahan responden, hanya 5 persen UMKM formal dan 1 persen UMKM informal yang bermitra atau menjajaki kemitraan. Partisipasi dalam KDMP bahkan lebih rendah
    lagi.
  • Sekitar 80 persen UMKM belum melihat peluang usaha baru yang tercipta dari kedua program tersebut. Mengindikasikan rendahnya efek pengganda (multiplier effect) dari program ini.
  • Sementara itu, 22 persen responden melaporkan penurunan kegiatan usaha akibat MBG, sedangkan hanya 5 persen yang mengalami peningkatan. Dampak negatif khususnya sangat dirasakan oleh UMKM informal. Temuan ini mengindikasikan terjadinya substitusi permintaan dan terkonsentrasinya manfaat ekonomi pada pelaku tertentu, serta
    minimnya efek tetesan (trickle-down effect) dari kedua program ini.

Penelitian menyimpulkan bahwa besarnya belanja pemerintah yang berjumlah ratusan triliun tidak secara otomatis menghasilkan pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan dirasakan oleh pelaku UMKM. Efektivitas program bergantung pada kemampuan mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok sekaligus meminimumkan dampak persaingan terhadap usaha yang telah beroperasi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengadaan UMKM lokal yang lebih luas dan inklusif, penyederhanaan prosedur dan skala pengadaan, kepastian pembayaran pemasok, pengembangan pembiayaan berbasis kontrak, serta penguatan KDMP sebagai agregator produksi dan distribusi lokal. Jika rekomendasi ini dilakukan, dampak ekonomi MBG dan KDMP dapat tersebar secara lebih luas dan merata.

Hari & Tanggal

Time

Live

Share

Author

Dzulfian Syafrian
Chairini Nugraharti
M. Erick Farabi

Publikasi Terkait