Version
Indonesia memasuki tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran di tengah lanskap ekonomi global yang diwarnai ketidakpastian. Belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi COVID-19, dunia kembali dihadapkan pada gejolak ekonomi global. Kembalinya kebijakan proteksionisme Amerika Serikat (AS) melalui penerapan tarif resiprokal (terhadap puluhan negara termasuk Indonesia) dan eskalasi konflik Timur Tengah, telah menciptakan tekanan yang mengancam arsitektur perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia.
Bagi Indonesia, tantangan global ini hadir di momentum kritis transformasi ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan di sekitar 5 persen, pemerintahan baru menargetkan akselerasi pertumbuhan hingga 8 persen pada akhir periode kepemimpinannya. Sebuah ambisi yang memerlukan terobosan struktural untuk membebaskan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Dalam konteks inilah gejolak ekonomi global tidak dapat dipandang sebagai gangguan temporer, melainkan sebagai ancaman terhadap ketahanan dan ambisi Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.
Menjawab tantangan tersebut, perlu dibutuhkan analisis yang mendalam dan komprehensif. Kajian Tengah Tahun 2025 hadir untuk memenuhi hal tersebut dengan mengkaji dampak multidimensional dari apa yang kami sebut sebagai Catatan Perang Dagang Jilid 2 dan Ketegangan Geopolitik terhadap Agenda Transformasi Ekonomi Indonesia.
Selama 30 tahun, Kajian Tengah Tahun (KTT) INDEF telah menjadi “flagship report” yang konsisten memberikan analisis independen atas dinamika ekonomi Indonesia pada berbagai kondisi. Tradisi ini mencerminkan komitmen INDEF dalam menyajikan perspektif objektif dan rekomendasi kebijakan relevan. Kajian ini diharapkan menjadi rujukan strategis bagi pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dalam merumuskan strategi yang tangguh dan adaptif menghadapi kompleksitas ekonomi global.
Pada edisi ini, analisis sektoral yang mendalam dilakukan untuk mengkaji bagaimana tekanan eksternal seperti kebijakan tarif global dan konflik geopolitik bertransmisi ke dalam perekonomian domestik melalui berbagai kanal. Kajian ini menyoroti dampaknya terhadap neraca perdagangan, tekanan fiskal yang kian sempit, kerentanan ketahanan energi dan pangan, gejolak moneter dan keuangan, serta kualitas dan kapasitas pasar tenaga kerja.
Pada akhirnya, INDEF meyakini bahwa periode ketidakpastian global ini tidak hanya menghadirkan risiko, tetapi juga peluang untuk mempercepat reformasi struktural dan membangun fondasi ekonomi yang mampu berkembang di tengah gejolak ekonomi global.
xiii + 114 hlm.

Office
ITS Tower Lt. 8
Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18
Pejaten Timur, Pasar Minggu
Jakarta, Indonesia 12510
Sekretariat
Mail Address
Jl. Batu Merah No.45
Pejaten Timur, Pasar Minggu
Jakarta, Indonesia 12510
Our Partner