The Challenges of Disruption Era in Economic Development and Public Policy

Jakarta, 07 Agustus 2019 – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan acara perayaan ulang tahun ke-24 sekaligus menyelenggarakan International Conference bertema “The Challenges of Disruption Era in Economic Development and Public Policy”. Acara ini menghadirkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menyampaikan keynote speech mengenai kondisi ekonomi dewasa ini. Dikatakan banyak faktor eksternal yang mempengaruhi ketidakpastian ekonomi dunia.

Banyak peluang yang dapat diambil dalam berbagai sentimen luar negeri tetapi pada nyatanya Indonesia terlambat mengantisipasi keadaan. Perjanjian bilateral masih terus diupayakan.

Menjadi penting bagaimana memanfaatkan ekspor untuk memperkuat daya beli. Namun, persoalan berikutnya adalah daya beli berasal dari pendapatan, dan pendapatan menghadapi persoalan lapangan kerja. Inilah yang dikatakan sebagai masalah segitiga segiempat dalam memacu pertumbuhan.

Tantangan tersendiri bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan adalah disparitas kependudukan dimana Pulau Jawa masih mendominasi kepadatan penduduk.

Terkait investasi, Indonesia masih perlu dorongan asing. Namun demikian, perlu menjadi perhatian bagaimana investasi asing tidak membunuh industri dalam negeri. Contoh saja, industri semen Indonesia yang sedang berjuang melawan gertakan produk China yang lebih murah.

Kekalahan industri tanah air terkait masalah efisiensi dimana produktivitas rendah. Mengibaratkan produk semen China kembali, produk yang dihasilkan di tanah air menggunakan ratusan pekerja dapat diakomodir hanya dengan puluhan pekerja China.

Bagikan

Penulis

Media Terkait