Membangun Ekosistem Sepeda Motor Listrik

Tauhid Ahmad, Andry Satrio Nugroho, Dinda Maharani | 06/06/2022 | Halaman telah dikunjungi 104 kali


Kesadaraan masyarakat mengenai bahaya perubahan iklim telah mendorong konsumen untuk mulai pindah dari kendaraan konvensional yang menggunakan energi fosil ke kendaraan berbahan bakar listrik, khususnya mobil listrik. Meski demikian harga mobil listrik yang berkisar di atas Rp700 juta masih terlalu tinggi jika dibandingkan dengan daya beli mobil masyarakat Indonesia yang berkisar di Rp300 juta. Apalagi infrastruktur pengisian daya yang masih cukup terbatas sehingga membuat masyarakat cenderung ragu untuk berpindah dari mobil konvensional ke mobil listrik. Karena itu, pilihan yang saat ini berkembang adalah sepeda motor listrik.

Peluang pengembangan motor listrik dapat lebih berkembang dibandingkan mobil listrik karena pasarnya jauh lebih besar. Secara historical, bila dibandingkan dengan kendaraan konvensional, rasio kepemilikan mobil di Indonesia menjadi yang terendah ketiga di ASEAN sebanyak 99 unit per 1000 penduduk, sementara rasio kepemilikan motor sepeda motor di Indonesia relatif tinggi yakni sebesar 1 unit per 4 penduduk. Data Korlantas Kepolisian RI, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146,11 juta unit yang mana 80,5 persen atau 117,74 juta unit diantaranya merupakan sepeda motor. Meski potensi besar namun ekosistem sepeda motor listrik juga perlu dibangun.


Unduh Dokumen