Dampak Pelarangan Penggunaan Biofuel Berbasis Minyak Kelapa Sawit di Uni Eropa Terhadap Industri di Indonesia

Kelapa sawit sebagai tanaman penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan primadona tanaman perkebunan menjadi sumber penghasil devisa non-migas bagi Indonesia. Komoditas ini diperlukan sebagai bahan baku dan penolong untuk berbagai produk industri yang mencakup produk makanan, oleokimia, kosmetik, farmasi, hingga energi. Peranannya yang besar bagi kebutuhan industri di dunia menyebabkan besarnya ekspor produk minyak sawit ke berbagai negara di dunia seperti India, Uni Eropa, Singapura, Malaysia dan China. Dalam perkembangannya, terdapat dinamika global yang memunculkan isu substitusi minyak sawit sebagai bahan baku/penolong industri manufaktur. Uni Eropa sebagai tujuan ekspor kedua terbesar bagi Indonesia merencanakan untuk mensubstitusinya produk turunan sawit yaitu biofuel.

Hari & Tanggal

Waktu

Live

Bagikan

Penulis

  • Ahmad Heri Firdaus
  • Andry Satrio Nugroho

    Andry meraih gelar sarjana di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Berhasil menamatkan pendidikan magisternya di Studi Pembangunan, Institut Teknologi Bandung dengan predikat cum laude. Ia juga saat ini menjadi tenaga ahli anggota Komisi VI DPR RI. Sebelumnya, pernah menjadi asisten peneliti di Universitas Katolik Parahyangan dan Institut Teknologi Bandung. Minat penelitian Andry di bidang industri, perdagangan dan transportasi.

Publikasi Terkait