{"id":289101,"date":"2026-08-20T18:58:55","date_gmt":"2026-08-20T11:58:55","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?post_type=publikasi&#038;p=289101"},"modified":"2026-08-20T19:33:04","modified_gmt":"2026-08-20T12:33:04","slug":"monitoring-issue-of-macroeconomics-finance-agustus-2026","status":"publish","type":"publikasi","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/publikasi\/monitoring-issue-of-macroeconomics-finance-agustus-2026\/","title":{"rendered":"Monitoring Issue of Macroeconomics &#038; Finance \u2013 Agustus 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>Merdeka di Atas Kertas?<br \/>\n<\/strong>Independensi BI di Tengah Koordinasi dan Intervensi<\/p>\n<ul>\n<li>Independensi Bank Indonesia kini dipengaruhi oleh tiga perkembangan sekaligus: UU 4\/2026 yang memperluas interaksi BI dengan Pemerintah dan DPR melalui evaluasi kinerja (Pasal 9A), kehadiran menteri dalam RDG (Pasal 43), dan pembahasan anggaran (Pasal 60); agenda pertumbuhan Pemerintah; serta transisi kepemimpinan BI sejak 25 Juli. Secara formal, kewenangan BI untuk memilih instrumen moneter tetap berada pada BI.<\/li>\n<li>Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada Triwulan II, melambat dari 5,61% pada Triwulan I. Inflasi Juli berada di 2,88%, masih dalam sasaran. Di tengah kurs Rp17.994\/US$ per 31 Juli dan yield SBN 10 tahun sebesar 7,29% per 30 Juli, BI-Rate naik secara kumulatif 100 bps sepanjang Triwulan II menjadi 5,75%. Pada saat yang sama, Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) bertambah sekitar Rp4,0 triliun. Stabilisasi dan dukungan kredit ditempuh melalui kanal kebijakan yang berbeda. RDG 18\u201319 Agustus kembali menahan BIRate di 5,75%.<\/li>\n<li>Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2027 menetapkan target pertumbuhan 6%, defisit 2,40% PDB, kurs Rp17.500, dan yield SBN 10 tahun sebesar 6,9%, sekaligus menyerukan sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara yang \u201csemakin solid\u201d. Dorongan untuk menyelaraskan arah kebijakan jelas menguat. Namun, sejauh ini belum terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa pihak di luar BI ikut menentukan instrumen moneter.<\/li>\n<li>Risiko yang perlu dipantau terletak pada proses: bagaimana rekomendasi yang \u201cmengikat\u201d (Pasal 9A) ditafsirkan, sejauh mana BI memiliki ruang untuk memberikan tanggapan formal, dan apakah proses evaluasi dibuka secara memadai. Batas antara koordinasi dan instruksi akan terlihat dari tiga hal: masukan yang diterima BI, tanggapan yang diberikan, dan siapa yang pada akhirnya menentukan instrumen. Independensi bukan isolasi; independensi adalah kapasitas BI untuk menentukan instrumen berdasarkan mandat dan risiko.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"author":26,"featured_media":289102,"template":"","pub_cat":[23],"topic":[],"ppma_author":[60,66,27,62,98,337],"class_list":["post-289101","publikasi","type-publikasi","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","pub_cat-brief-and-update"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi\/289101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/publikasi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"pub_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pub_cat?post=289101"},{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=289101"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=289101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}