{"id":288911,"date":"2026-04-21T19:14:44","date_gmt":"2026-04-21T12:14:44","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?post_type=publikasi&#038;p=288911"},"modified":"2026-04-21T19:14:44","modified_gmt":"2026-04-21T12:14:44","slug":"pariwisata-di-tengah-efek-musiman-lebaran-dan-ketegangan-geopolitik","status":"publish","type":"publikasi","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/publikasi\/pariwisata-di-tengah-efek-musiman-lebaran-dan-ketegangan-geopolitik\/","title":{"rendered":"Pariwisata di Tengah Efek Musiman Lebaran dan Ketegangan Geopolitik"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li data-start=\"47\" data-end=\"555\"><strong data-start=\"47\" data-end=\"80\">Peran Strategis Pariwisata: <\/strong>Sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi sebesar 3,97% terhadap PDB pada tahun 2025. Melalui efek pengganda, aktivitas pariwisata mendorong peningkatan konsumsi, investasi, serta penerimaan devisa dari wisatawan asing. Dengan demikian, perannya tidak hanya terbatas pada penciptaan permintaan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.<\/li>\n<li data-start=\"47\" data-end=\"555\"><strong data-start=\"557\" data-end=\"585\">Dinamika Tenaga Kerja: <\/strong>Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata terus menunjukkan tren peningkatan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,18% per tahun dan kontribusi mencapai 17,29% dari total tenaga kerja nasional pada 2024. Namun, struktur tenaga kerja masih didominasi oleh kelompok berpendidikan menengah ke bawah serta sektor informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas SDM dan dorongan formalisasi usaha masih menjadi agenda penting dalam pengembangan sektor ini.<\/li>\n<li data-start=\"47\" data-end=\"555\"><strong data-start=\"1059\" data-end=\"1086\">Efek Musim Lebaran: <\/strong>Periode libur Lebaran menjadi salah satu momentum utama yang mendorong aktivitas pariwisata domestik melalui peningkatan mobilitas masyarakat. Meski demikian, data menunjukkan bahwa pergerakan wisatawan domestik masih mengalami fluktuasi, seiring dengan keterbatasan daya beli. Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan tren yang terus meningkat, menandakan adanya proses pemulihan sektor pariwisata secara bertahap.<\/li>\n<li data-start=\"47\" data-end=\"555\"><strong data-start=\"1523\" data-end=\"1550\">Tantangan Struktural: <\/strong>Di tengah berbagai peluang, sektor pariwisata juga dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural. Keterbatasan aksesibilitas, ketimpangan antarwilayah, serta kerentanan terhadap guncangan eksternal menjadi hambatan utama dalam pemerataan pengembangan destinasi. Selain itu, keterbatasan infrastruktur, rendahnya investasi, dan belum optimalnya koordinasi kelembagaan turut mempengaruhi daya saing pariwisata nasional.<\/li>\n<li data-start=\"47\" data-end=\"555\"><strong data-start=\"1972\" data-end=\"1998\">Implikasi Kebijakan: <\/strong>Tingginya biaya transportasi udara, terutama akibat kebijakan PPN avtur dan kenaikan harga energi di tengah ketegangan geopolitik, menjadi salah satu faktor yang menahan mobilitas wisatawan domestik. Oleh karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang lebih komprehensif, termasuk reformasi sektor penerbangan, peningkatan kualitas SDM, serta optimalisasi instrumen pendanaan seperti dana abadi pariwisata. Upaya tersebut penting untuk mendorong pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"author":44,"featured_media":288913,"template":"","pub_cat":[23],"topic":[303,34,302],"ppma_author":[55,207,72],"class_list":["post-288911","publikasi","type-publikasi","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","pub_cat-brief-and-update","topic-daya-beli","topic-pariwisata","topic-wisatawan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi\/288911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/publikasi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/288913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"pub_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pub_cat?post=288911"},{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=288911"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=288911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}