{"id":288731,"date":"2026-01-20T09:38:20","date_gmt":"2026-01-20T02:38:20","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?post_type=publikasi&#038;p=288731"},"modified":"2026-01-20T09:38:20","modified_gmt":"2026-01-20T02:38:20","slug":"monitoring-issue-of-food-energy-and-sustainable-development-november-2025","status":"publish","type":"publikasi","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/publikasi\/monitoring-issue-of-food-energy-and-sustainable-development-november-2025\/","title":{"rendered":"Monitoring Issue of Food, Energy and Sustainable Development \u2013 November 2025"},"content":{"rendered":"<ul>\n<li>Sektor pangan menunjukkan perbaikan kuantitatif jangka pendek, namun tekanan struktural masih kuat. Stabilisasi harga pangan global belum sepenuhnya menurunkan harga domestik; harga beras tetap tinggi dan hortikultura berfluktuasi. Produksi padi 2025 meningkat terutama karena perluasan luas panen, sementara produktivitas relatif stagnan. Ketahanan pangan masih bertumpu pada intervensi pemerintah melalui Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang efektivitasnya sangat bergantung pada ketepatan waktu dan distribusi penyaluran. Di sisi hulu, pupuk bersubsidi menopang produksi, namun tantangan ketepatan sasaran dan efektivitas pemanfaatan menunjukkan bahwa stabilitas produksi belum sepenuhnya berkelanjutan.<\/li>\n<li>Di sisi fiskal, dukungan terhadap sektor pangan dan energi dilakukan melalui berbagai instrumen stabilisasi jangka pendek, termasuk subsidi dan pengelolaan stok. Ketergantungan pada instrumen tersebut meningkatkan risiko inefisiensi dan tekanan anggaran apabila tidak disertai perbaikan tata kelola dan peningkatan produktivitas. Hal ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dan energi tidak hanya ditentukan oleh besaran intervensi, tetapi juga oleh kualitas implementasi dan koordinasi kebijakan lintas sektor.<\/li>\n<li>Di sektor energi, pelemahan harga komoditas dan penurunan volume produksi migas serta batu bara berdampak langsung pada kinerja PNBP berbasis sumber daya alam. Struktur penerimaan negara yang masih bergantung pada komoditas energi mencerminkan kerentanan fiskal terhadap siklus harga dan produksi di tengah normalisasi pasar energi global.<\/li>\n<li>Implementasi inisiatif transisi energi, termasuk Bioetanol dan Waste-to-Energy menjadi dua tuas kunci penguatan ketahanan energi dan lingkungan. Mandatori bioetanol (E5\u2013E10) berpotensi menekan ketergantungan impor bensin dan memperbaiki neraca migas, sementara percepatan Waste-to-Energy\/PLTSa mentransformasi persoalan sampah perkotaan menjadi sumber energi terbarukan. Namun, efektivitas keduanya sangat bergantung pada kesiapan kapasitas produksi domestik, kelayakan keekonomian, kepastian regulasi, serta dukungan infrastruktur dan standar teknis yang konsisten.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"template":"","pub_cat":[23],"topic":[],"ppma_author":[19],"class_list":["post-288731","publikasi","type-publikasi","status-publish","hentry","pub_cat-brief-and-update"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi\/288731","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/publikasi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"pub_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pub_cat?post=288731"},{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=288731"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=288731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}