{"id":279850,"date":"2025-02-18T10:09:42","date_gmt":"2025-02-18T03:09:42","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?post_type=publikasi&#038;p=279850"},"modified":"2025-02-18T18:55:24","modified_gmt":"2025-02-18T11:55:24","slug":"manufacturing-and-international-trade-update-18-february-2025","status":"publish","type":"publikasi","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/publikasi\/manufacturing-and-international-trade-update-18-february-2025\/","title":{"rendered":"Manufacturing, Investment, and Trade Update \u2013 18 February 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>Rapuhnya Surplus Perdagangan dan Penantian Efektivitas DHE SDA Terbaru<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Meskipun Indonesia mencatat surplus perdagangan non-migas sebesar US$ 4,9 miliar pada Januari 2025, kondisi ini lebih disebabkan oleh turunnya nilai impor sebesar 2,7% (yoy) dibandingkan peningkatan ekspor. Defisit perdagangan dengan China juga meningkat menjadi US$ 1,4 miliar, didorong oleh impor mesin dan peralatan mekanis. Ini menandakan bahwa surplus yang terjadi lebih bersifat rapuh dan tidak mencerminkan penguatan ekspor.<\/li>\n<li>Sekitar 28,08% dari total ekspor Indonesia berasal dari komoditas utama seperti batu bara, besi &amp; baja, serta CPO. Namun, ekspor komoditas ini mengalami penurunan baik dalam volume maupun nilai akibat harga global yang melemah.<\/li>\n<li>Pemerintah menerapkan PP No. 8\/2025, mewajibkan eksportir SDA menempatkan 100% devisa hasil ekspor (DHE) di bank domestik selama 12 bulan mulai 1 Maret 2025. Meskipun bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa, kebijakan ini berpotensi membebani industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Ada risiko ketidakpatuhan manakala tidak disertai instrumen keuangan yang menarik.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"author":69,"featured_media":0,"template":"","pub_cat":[23],"topic":[157,158,159,160],"ppma_author":[105],"class_list":["post-279850","publikasi","type-publikasi","status-publish","hentry","pub_cat-brief-and-update","topic-devisa-hasil-ekspor","topic-ekspor","topic-impor","topic-neraca-perdagangan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi\/279850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/publikasi"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/publikasi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"pub_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pub_cat?post=279850"},{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=279850"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=279850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}