{"id":84642,"date":"2023-09-19T09:53:48","date_gmt":"2023-09-19T02:53:48","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?p=84642"},"modified":"2023-10-04T10:23:28","modified_gmt":"2023-10-04T03:23:28","slug":"mempererat-kerjasama-aoip-untuk-episentrum-pertumbuhan-memperingati-50-tahun-persahabatan-dan-kerjasama-asean-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/mempererat-kerjasama-aoip-untuk-episentrum-pertumbuhan-memperingati-50-tahun-persahabatan-dan-kerjasama-asean-jepang\/","title":{"rendered":"Mempererat Kerjasama AOIP untuk Episentrum Pertumbuhan: Memperingati 50 Tahun Persahabatan dan Kerjasama ASEAN-Jepang"},"content":{"rendered":"<p>Duta Besar Misi Jepang untuk ASEAN, Masahiko Kiya, menandaskan bahwa tahun ini menjadi kesempatan yang besar dan juga perayaan terjalinnya hubungan persahabatan antara Jepang dan negara-negara ASEAN. Jepang sepakat dan berada pada level yang sama untuk mempromosikan AOIP (ASEAN Outlook on Indo-Pacific).<\/p>\n<p>Hal ini disampaikannya dalam acara \u201cDeepening AOIP Cooperation for the Epicentrum of Growth: Commemorating the 50th Year of ASEAN-Japan Friendship and Cooperation\u201d yang bertempat di Auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Selasa (19\/9\/2023).<\/p>\n<p>Hadir sebagai pembicara Tanaka Hideyuki &#8211; Chair, Sub Committee on ASEAN Economic Relations Keidanren, Dr. Venkatachalam Anbumozhi &#8211; Director of Research Strategy and Innovation ERIA, Dr. Tauhid Ahmad \u2013 Direktur Eksekutif INDEF, dan Mohammad Syaban \u2013 Dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina, serta dimoderatori oleh Eisha M. Rachbini, Ph. D &#8211; Head of Center of Digital Economy and SMEs, INDEF.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya Dr. Handi Risza &#8211; Wakil Rektor Universitas Paramadina yang mewakili INDEF dan Universitas Paramadina sebagai penyelenggara acara menyatakan bahwa Jepang menjadi bagian penting dalam dalam pembangunan negara di ASEAN. \u201cTiga prinsip ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) adalah Centrality, Inclusivity, and Complimentary. Hal ini menjadi refleksi hubungan Jepang dan Negara di ASEAN yang akan terus bertambah kuat di masa depan untuk menghadapi perubahan yang terus terjadi secara cepat.\u201d Katanya.<\/p>\n<p>Pembicara pertama Hideyuki Tanaka mengatakan \u201cPrioritas untuk ekonomi ASEAN adalah transformasi digital yang mendongkrak pertumbuhan dan memberdayakan UMKM, pembangunan berkelanjutan memberikan akses yang adil terhadap energi bersih, insentif keuangan dan energi terbarukan, membangun Ketahanan kesehatan dan ketahanan pangan\u201d. Tanaka juga menyebutkan tiga pilar kemitraan Jepang-ASEAN yakni: (1) Membentuk tatanan regional yang bebas, terbuka, berdasarkan aturan, dan adil, (2) membangun masyarakat yang memenuhi kesejahteraan ekonomi, keberlanjutan, dan pemerataan dan (3) Saling pengertian dan percaya sebagai landasan bagi pembaruan kemitraan ASEAN-Jepang.<\/p>\n<p>Narasumber kedua, Mohammad Syaban, menyatakan bahwa selama 50 tahun, hubungan ASEAN-Jepang telah berkembang dari motif ekonomi menjadi prioritas kerja sama antar masyarakat, dengan menekankan pentingnya hubungan budaya dan antarmanusia. Harapan ASEAN kepada Indo-Pasifik (AIOP) lanjut Syaban adalah untuk berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kedaulatan sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip hukum standar, sehingga memberikan manfaat bagi negara-negara ASEAN. \u201cODA, sebagai metode pendanaan yang inovatif bagi Jepang, tetap menjadi alat diplomasi yang penting di tengah ketidakpastian global seperti persaingan AS-Tiongkok, sehingga berkontribusi terhadap visi komunitas ASEAN dan stabilitas regional\u201d ujar Syaban.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama Tauhid Ahmad menyoroti Peran Jepang dalam investasi di Indonesia yang sangat strategis meskipun terdapat fluktuasi yang mencerminkan kondisi kedua negara. \u201cTerdapat hambatan utama terhadap investasi di Indonesia mulai dari upah tenaga kerja, biaya pengadaan, perpajakan, fluktuasi nilai tukar dan prosedur kepabeanan.\u00a0 Diperlukan terobosan baru terkait formulasi upah yang kompetitif, efisiensi pengadaan bahan baku dan proses, penguatan insentif dan kepastian pajak serta penguatan kebijakan de-dolarisasi.\u201d Ungkapnya. Tauhid juga menyoroti perdagangan antara Indonesia dan Jepang menunjukkan kecenderungan menurun di tengah rendahnya pertumbuhan ekonomi Jepang.<\/p>\n<p>Pembicara terakhir Venkatachalam Anbumozhi mengungkapkan tren kerjasama ekonomi Jepang-ASEAN yakni: Semakin beragamnya konsumen dan kemajuan teknologi industri, Peningkatan risiko rantai pasokan, Munculnya cita-cita sosial baru seperti hak asasi manusia. \u201cRekomendasi Kemitraan Ekonomi ASEAN-Jepang untuk Masa Depan yang Berkelanjutan dan Berketahanan selanjutnya adalah mempromosikan perdagangan dan investasi, harus bertujuan untuk masa depan yang berkelanjutan, mendorong perekonomian digital dan inovatif, serta membangun tenaga kerja profesional untuk masa depan.\u201d, pungkasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.pijatsht.com\">Jasa Pijat Pak Ali<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Duta Besar Misi Jepang untuk ASEAN, Masahiko Kiya, menandaskan bahwa tahun ini menjadi kesempatan yang besar dan juga perayaan terjalinnya hubungan persahabatan antara Jepang dan negara-negara ASEAN. Jepang sepakat dan berada pada level yang sama untuk mempromosikan AOIP (ASEAN Outlook on Indo-Pacific). Hal ini disampaikannya dalam acara \u201cDeepening AOIP Cooperation for the Epicentrum of Growth: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":84661,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_ppma_block_editor_authors":""},"categories":[1],"tags":[100,102,101],"ppma_author":[28],"class_list":["post-84642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diskusi-publik","tag-aoip","tag-asean","tag-jepang"],"acf":[],"authors":[{"term_id":28,"user_id":11,"is_guest":0,"slug":"tim-peneliti","display_name":"Tim Peneliti INDEF","avatar_url":{"url":"https:\/\/indef.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/tim-peneliti.png","url2x":"https:\/\/indef.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/tim-peneliti.png"},"author_category":"","user_url":"","last_name":"INDEF","first_name":"Tim Peneliti","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84642"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84642\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84642"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=84642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}