{"id":289068,"date":"2026-07-22T18:35:14","date_gmt":"2026-07-22T11:35:14","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?p=289068"},"modified":"2026-07-23T19:02:48","modified_gmt":"2026-07-23T12:02:48","slug":"rating-aman-ekonomi-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/rating-aman-ekonomi-nyaman\/","title":{"rendered":"Rating Aman, Ekonomi Nyaman?"},"content":{"rendered":"<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"87\" data-end=\"627\"><strong>Jakarta, 22 Juli 2026<\/strong> \u2013 Diskusi Publik INDEF bertajuk <em data-start=\"145\" data-end=\"177\">\u201cRating Aman, Ekonomi Nyaman?\u201d<\/em> membahas relevansi status <em data-start=\"204\" data-end=\"222\">investment grade<\/em> Indonesia di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan fiskal. Meskipun Indonesia masih mempertahankan peringkat investasi dari S&amp;P Global Ratings (BBB), Moody\u2019s Ratings (Baa2), dan Fitch Ratings (BBB), dua dari tiga lembaga pemeringkat telah memberikan <em data-start=\"479\" data-end=\"488\">outlook<\/em> negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa status <em data-start=\"535\" data-end=\"553\" data-is-only-node=\"\">investment grade<\/em> belum tentu mencerminkan kondisi ekonomi yang sepenuhnya aman dan nyaman.<\/p>\n<p data-start=\"629\" data-end=\"1372\"><strong>Muhammad Syamil Iklil <\/strong>menyoroti dua instrumen baru dalam UU No. 4 Tahun 2026 hasil revisi UU P2SK, yakni Patriot Bond dan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Menurutnya, keberhasilan kedua instrumen tersebut bergantung pada transparansi, tata kelola, dan kualitas regulasi. Patriot Bond perlu diantisipasi risikonya, seperti <em data-start=\"978\" data-end=\"992\">crowding out<\/em>, <em data-start=\"994\" data-end=\"1008\">pricing risk<\/em>, dan <em data-start=\"1014\" data-end=\"1045\" data-is-only-node=\"\">implicit government guarantee<\/em>, sementara PFII harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa menciptakan ketimpangan atau menjadi <em data-start=\"1153\" data-end=\"1170\">enclave economy<\/em>. Syamil juga menekankan bahwa pendalaman pasar keuangan domestik masih menjadi pekerjaan rumah mengingat rasio kredit, pasar saham, dan obligasi Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.<\/p>\n<p data-start=\"1374\" data-end=\"1884\"><strong>Riza Annisa Pujarama<\/strong> menjelaskan bahwa tantangan utama fiskal berasal dari pertumbuhan belanja negara yang lebih cepat dibandingkan penerimaan. Pelebaran defisit mendorong kebutuhan pembiayaan utang yang semakin besar, sementara beban bunga utang terus meningkat dan ruang fiskal semakin terbatas. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat disiplin fiskal melalui evaluasi belanja, penentuan prioritas program, perluasan basis pajak, serta penguatan koordinasi fiskal antara pemerintah pusat dan daerah.<\/p>\n<p data-start=\"1886\" data-end=\"2500\">Sementara itu, <strong>Sia Nawir<\/strong> menegaskan bahwa dipertahankannya status <em data-start=\"1956\" data-end=\"1974\">investment grade<\/em> tidak otomatis meningkatkan kepercayaan investor. Dua <em data-start=\"2029\" data-end=\"2038\">outlook<\/em> negatif dari lembaga pemeringkat menunjukkan adanya risiko penurunan peringkat apabila tantangan ekonomi tidak segera diatasi. Menurutnya, investor tidak hanya melihat peringkat kredit, tetapi juga mempertimbangkan fundamental ekonomi, stabilitas fiskal dan moneter, prospek pertumbuhan, tata kelola, serta kepastian kebijakan. Oleh karena itu, menjaga kredibilitas kebijakan dan keberlanjutan fiskal menjadi faktor utama untuk mempertahankan kepercayaan pasar.<\/p>\n<p data-start=\"2502\" data-end=\"2921\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Secara keseluruhan, INDEF menilai bahwa status <em data-start=\"2549\" data-end=\"2567\">investment grade<\/em> merupakan modal penting bagi perekonomian Indonesia, namun bukan jaminan terciptanya iklim investasi yang kondusif. Penguatan tata kelola, disiplin fiskal, pendalaman sektor keuangan, serta konsistensi kebijakan menjadi prasyarat utama agar peringkat investasi dapat benar-benar diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 22 Juli 2026 \u2013 Diskusi Publik INDEF bertajuk \u201cRating Aman, Ekonomi Nyaman?\u201d membahas relevansi status investment grade Indonesia di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan fiskal. Meskipun Indonesia masih mempertahankan peringkat investasi dari S&amp;P Global Ratings (BBB), Moody\u2019s Ratings (Baa2), dan Fitch Ratings (BBB), dua dari tiga lembaga pemeringkat telah memberikan outlook negatif. Kondisi ini [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":289073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[328,326,327],"ppma_author":[19],"class_list":["post-289068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diskusi-publik","tag-defisit-fiskal","tag-pfii","tag-rating-investasi"],"acf":[],"authors":[{"term_id":19,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"siteindefadmin","display_name":"INDEF","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/48b30ffdbbb215c58d282d017659b46bf3893b4d661401c94690978ef61552b4?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","user_url":"http:\/\/indef.or.id","last_name":"INDEF","first_name":"Admin","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=289068"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289068\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":289075,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/289068\/revisions\/289075"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=289068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=289068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=289068"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=289068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}