{"id":288956,"date":"2026-05-12T13:55:40","date_gmt":"2026-05-12T06:55:40","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?p=288956"},"modified":"2026-05-12T14:04:35","modified_gmt":"2026-05-12T07:04:35","slug":"menjaga-stamina-pertumbuhan-ekonomi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/menjaga-stamina-pertumbuhan-ekonomi-indonesia\/","title":{"rendered":"Menjaga Stamina Pertumbuhan Ekonomi Indonesia"},"content":{"rendered":"<div class=\"\" data-turn-id-container=\"77137ca6-a1d0-442f-ab57-93cb84f7dcdd\" data-is-intersecting=\"true\">\n<div class=\"relative w-full overflow-visible\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"77137ca6-a1d0-442f-ab57-93cb84f7dcdd\" data-turn-id-container=\"77137ca6-a1d0-442f-ab57-93cb84f7dcdd\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<div class=\"contents\"><span style=\"font-size: 1rem;\">Jakarta, 11 Mei 2026 \u2014 Diskusi publik yang diselenggarakan oleh <\/span><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\" style=\"font-size: 1rem;\"><span class=\"whitespace-normal\">INDEF<\/span><\/span><span style=\"font-size: 1rem;\"> bertema \u201cMenjaga Stamina Pertumbuhan Ekonomi Indonesia\u201d menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada triwulan I 2026 perlu dilihat dari sisi kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap masyarakat. Para narasumber menilai pertumbuhan ekonomi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tekanan fiskal, pelemahan fundamental makroekonomi, ketergantungan pada stimulus belanja pemerintah, lemahnya penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta belum meratanya manfaat pertumbuhan bagi masyarakat.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"\" data-turn-id-container=\"request-WEB:90b34658-78a3-4f98-97c0-04701566ae96-0\" data-is-intersecting=\"true\">\n<div class=\"relative w-full overflow-visible\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:90b34658-78a3-4f98-97c0-04701566ae96-0\" data-turn-id-container=\"request-WEB:90b34658-78a3-4f98-97c0-04701566ae96-0\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"198e1f24-263b-4251-9395-39ae4816f64c\" data-message-model-slug=\"gpt-5-5\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling\">\n<p data-start=\"630\" data-end=\"1278\">Kepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, <strong><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">M. Rizal Taufikurahman<\/span><\/span><\/strong>, menilai pertumbuhan ekonomi yang terlihat kuat belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi yang sehat. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama, namun banyak dipengaruhi faktor musiman seperti Ramadan, Idulfitri, THR, dan percepatan belanja pemerintah. Di sisi lain, investasi dan sektor manufaktur dinilai belum mampu menciptakan multiplier effect optimal terhadap produktivitas dan lapangan kerja formal. Rizal juga menyoroti tingginya ketergantungan pada impor bahan baku dan komoditas mentah yang menekan daya saing dan stabilitas rupiah.<\/p>\n<p data-start=\"1280\" data-end=\"1903\">Guru Besar FEB UNDIP, <strong><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Akhmad Syakir Kurnia<\/span><\/span><\/strong>, menekankan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi perlu dipertanyakan karena sebagian dipengaruhi oleh impor alutsista yang tercatat sebagai pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Menurutnya, kondisi ekonomi riil masyarakat justru tercermin dari meningkatnya PHK, lemahnya pasar tenaga kerja, dan tingginya ketergantungan pada belanja pemerintah. Ia juga menyoroti tingginya ICOR Indonesia yang menunjukkan efisiensi ekonomi masih rendah serta pentingnya investasi pada kualitas SDM, inovasi, industrialisasi, dan stabilitas kebijakan untuk menjaga kepercayaan pasar.<\/p>\n<p data-start=\"1905\" data-end=\"2517\">Peneliti Center of Macroeconomics and Finance INDEF, <strong><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Riza Annisa Pujarama<\/span><\/span><\/strong>, menjelaskan bahwa tekanan fiskal menjadi tantangan utama akibat tingginya belanja pemerintah untuk subsidi, bantuan sosial, program MBG, dan pembayaran bunga utang. Keseimbangan primer APBN yang semakin negatif menunjukkan pendapatan negara belum cukup untuk membayar bunga utang tanpa tambahan utang baru. Ia juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi masih bergantung pada konsumsi pemerintah dan faktor musiman, sementara sektor informal semakin mendominasi pasar tenaga kerja sehingga kualitas pekerjaan belum membaik.<\/p>\n<p data-start=\"2519\" data-end=\"3162\">Sementara itu, Data Scientist Big Data Continuum INDEF, <strong><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Wahyu Tri Utomo<\/span><\/span><\/strong>, memaparkan hasil analisis 12.352 percakapan di Twitter dan Threads yang menunjukkan sekitar 94,6% sentimen publik bersifat negatif dan netral terhadap pertumbuhan ekonomi 5,61%. Publik menilai pertumbuhan ekonomi belum terasa dalam kehidupan sehari-hari karena sulitnya mencari pekerjaan, meningkatnya PHK, melemahnya daya beli, dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Muncul pula istilah \u201cpertumbuhan infus\u201d yang menggambarkan persepsi bahwa pertumbuhan ekonomi lebih ditopang stimulus pemerintah dibanding aktivitas ekonomi masyarakat secara organik.<\/p>\n<p data-start=\"3164\" data-end=\"3470\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Secara keseluruhan, diskusi ini menegaskan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan melalui penguatan sektor manufaktur, investasi produktif, industrialisasi, peningkatan kualitas SDM, penciptaan lapangan kerja formal, serta penguatan daya beli masyarakat.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center; margin: 20px 0; padding: 10px; font-family: sans-serif; font-size: 11px; color: #666; border-top: 1px solid #eee;\">\n<p style=\"margin-bottom: 5px;\"><strong>seo ario1337 \/@gunsn26roses<\/strong><\/p>\n<p>    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">cahaya mobil<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">cahayamobil<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas segala kondisi<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas segala kondisi jabodetabek<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil jabodetabek<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas jabodetabek<\/a>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.pijatsht.com\">Layanan Pijat SHT<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 11 Mei 2026 \u2014 Diskusi publik yang diselenggarakan oleh INDEF bertema \u201cMenjaga Stamina Pertumbuhan Ekonomi Indonesia\u201d menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada triwulan I 2026 perlu dilihat dari sisi kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap masyarakat. Para narasumber menilai pertumbuhan ekonomi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tekanan fiskal, pelemahan fundamental makroekonomi, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":288965,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[91,254,240,312],"ppma_author":[19],"class_list":["post-288956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diskusi-publik","tag-apbn","tag-mbg","tag-pertumbuhan-ekonomi","tag-phk"],"acf":[],"authors":[{"term_id":19,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"siteindefadmin","display_name":"INDEF","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/48b30ffdbbb215c58d282d017659b46bf3893b4d661401c94690978ef61552b4?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","user_url":"http:\/\/indef.or.id","last_name":"INDEF","first_name":"Admin","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288956"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":288966,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288956\/revisions\/288966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/288965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288956"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=288956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}