{"id":288523,"date":"2025-07-29T18:26:35","date_gmt":"2025-07-29T11:26:35","guid":{"rendered":"https:\/\/indef.or.id\/?p=288523"},"modified":"2025-07-29T18:29:44","modified_gmt":"2025-07-29T11:29:44","slug":"kemiskinan-turun-bagaimana-kesejahteraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indef.or.id\/en\/kemiskinan-turun-bagaimana-kesejahteraan\/","title":{"rendered":"Angka Kemiskinan Turun, Kesejahteraan Naik?"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"76\" data-end=\"1148\"><strong data-start=\"76\" data-end=\"101\">-Jakarta, 29 Juli 2025<\/strong> \u2013 Diskusi publik INDEF bertajuk <em data-start=\"134\" data-end=\"181\">\u201cAngka Kemiskinan Turun, Kesejahteraan Naik?\u201d<\/em> menyoroti fakta bahwa meskipun angka kemiskinan nasional mengalami penurunan, ketimpangan kesejahteraan masih tinggi dan tersebar tidak merata. Abra P.G. Talattov, Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF, mempertanyakan apakah penurunan kemiskinan benar-benar mencerminkan perbaikan kesejahteraan secara merata, terutama di wilayah perdesaan dan kelompok rentan. Ia menjelaskan bahwa meskipun kemiskinan ekstrem nasional turun menjadi 2,38 juta orang per Maret 2025, ketimpangan antara kota dan desa masih signifikan. Perkotaan bahkan mengalami kenaikan kemiskinan akibat tekanan biaya hidup, sementara sektor informal yang dominan tidak terjangkau perlindungan sosial. Daerah seperti Maluku dan Papua justru mengalami peningkatan kemiskinan karena ketergantungan pada sektor ekstraktif. Abra menekankan perlunya perbaikan pendataan berbasis komunitas, perluasan program padat karya produktif, dan reformasi bansos yang lebih integratif.<\/p>\n<p data-start=\"1150\" data-end=\"2153\">Sementara itu, Fadhila Maulida, Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM INDEF, mengangkat pertanyaan kritis: dapatkah koperasi desa menjadi instrumen efektif dalam pengentasan kemiskinan, atau justru menjadi beban fiskal baru? Ia menyoroti bahwa meski sudah terbentuk lebih dari 81 ribu koperasi desa hingga Juli 2025, kontribusinya terhadap PDB masih di bawah 2%. Mayoritas koperasi masih bergerak di sektor keuangan, dengan sedikit keterlibatan di sektor riil yang menyentuh langsung masyarakat miskin. Tantangan lain termasuk rendahnya kapasitas SDM, pendekatan top-down yang rentan elite capture, serta potensi moral hazard akibat persepsi bantuan sebagai dana gratis. Homogenitas jenis usaha koperasi antar desa juga berisiko menciptakan pasar yang jenuh dan hiperkompetitif. Fadhila merekomendasikan peningkatan kapasitas manajerial, sistem monitoring digital yang berkala, penegasan peran koperasi dan BUMDes, serta pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal.<\/p>\n<p data-start=\"2155\" data-end=\"3261\">Di sisi lain, Riza A. Pujarama, Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, mempertanyakan mengapa ketimpangan pendapatan tetap tinggi meski angka kemiskinan menurun. Ia mencatat bahwa rasio Gini Indonesia stagnan di angka 0,375, lebih baik dari target pemerintah namun belum menunjukkan perbaikan berarti. Laporan World Inequality Report menunjukkan bahwa 10% penduduk terkaya memiliki pendapatan 19 kali lipat dibanding 50% terbawah, menandakan konsentrasi kekayaan masih sangat tinggi. Rendahnya produktivitas dan upah, khususnya di sektor pertanian yang menyerap tenaga kerja terbanyak, memperburuk kondisi ini. Data BPS menunjukkan sebagian besar penduduk masih berpenghasilan di bawah UMP, dengan kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan. Ketimpangan antarwilayah juga mencolok, terutama antara DKI Jakarta dan daerah lainnya. Riza menegaskan perlunya peningkatan akses pendidikan dan keterampilan, percepatan hilirisasi sektor industri dan pertanian, serta program bansos yang lebih tepat sasaran dan transformatif untuk mendorong mobilitas sosial dan kesejahteraan yang lebih merata.<\/p>\n<div style=\"text-align: center; margin: 20px 0; padding: 10px; font-family: sans-serif; font-size: 11px; color: #666; border-top: 1px solid #eee;\">\n<p style=\"margin-bottom: 5px;\"><strong>seo ario1337 \/@gunsn26roses<\/strong><\/p>\n<p>    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">cahaya mobil<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">cahayamobil<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas segala kondisi<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas segala kondisi jabodetabek<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil jabodetabek<\/a> |<br \/>\n    <a href=\"https:\/\/www.cahayamobil.com\/\" style=\"color: #666; text-decoration: none; margin: 0 5px;\">jual beli mobil bekas jabodetabek<\/a>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.pijatsht.com\">Pak Ali Jasa Pijat<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>-Jakarta, 29 Juli 2025 \u2013 Diskusi publik INDEF bertajuk \u201cAngka Kemiskinan Turun, Kesejahteraan Naik?\u201d menyoroti fakta bahwa meskipun angka kemiskinan nasional mengalami penurunan, ketimpangan kesejahteraan masih tinggi dan tersebar tidak merata. Abra P.G. Talattov, Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF, mempertanyakan apakah penurunan kemiskinan benar-benar mencerminkan perbaikan kesejahteraan secara merata, terutama di wilayah [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":288529,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[235,238,146,237,236],"ppma_author":[19],"class_list":["post-288523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diskusi-publik","tag-kemiskinan","tag-kesejahteraan","tag-ketimpangan","tag-koperasi-merah-putih","tag-rasio-gini"],"acf":[],"authors":[{"term_id":19,"user_id":1,"is_guest":0,"slug":"siteindefadmin","display_name":"INDEF","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/48b30ffdbbb215c58d282d017659b46bf3893b4d661401c94690978ef61552b4?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","user_url":"http:\/\/indef.or.id","last_name":"INDEF","first_name":"Admin","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288523"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":288532,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288523\/revisions\/288532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/288529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288523"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/indef.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=288523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}