Subsidi BBM, Politik Fiskal, dan Ekonomi Rakyat

Pemerintah nampaknya mengambil keputusan yang sudah pasti dalam isu bahan bakar minyak (BBM), yakni menaikkan harga minyak menjadi Rp 6000/liter. Dalam APBN-P 2012 yang dibahas bersama dengan Badan Anggaran DPR, postur anggaran diubah sebagai berikut: (i) defisit dipatok 2,23% dari PDB atau setara Rp 190 triliun; dengan rincian pendapatan negara dan hibah Rp 1.358 triliun dan belanja negara Rp 1.548 triliun; (ii) pemberian subsidi BBM sebesar Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun; dan (iii) dana kompensasi dianggarkan Rp 30,6 triliun. Dengan kesepakatan tersebut berarti pemerintah memiliki ruang untuk menaikkan harga BBM. Dengan pilihan itu ada beberapa hal prinsipal yang layak untuk dicatat.

Share

Author

Attachment

Related Media