Diskusi Publik “Artificial Intelligence: Disrupsi Bagi Ekonomi?”

Seiring dengan perkembangan zaman, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat-manfaat yang dapat dirasakan dari keberadaan kecerdasan buatan antara lain; meminimalisir kesalahan, efisiensi pekerja, memaksimalkan sektor industri. Namun, AI juga memiliki dampak buruk seperti membuat manusia menjadi malas dan berkurangnya lapangan pekerjaan karena digantikan oleh AI. Fenomena ChatGPT merupakan salah satu contoh aplikasi AI di kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan AI bisa memengaruhi tingkat perkembangan ekonomi suatu negara. Dampak yang bisa dirasakan dengan adanya campur tangan teknologi AI bisa ditemukan di berbagai sektor, diantaranya adalah; manufaktur, pendidikan, keuangan dan perbankan, transportasi, kesehatan, dan lain-lain.

INDEF kembali hadir dalam kegiatan Diskusi Publik dengan tema “Artificial Intelligence: Disrupsi Bagi Ekonomi?”

Pembicara:
1. Eisha Maghfiruha R. Ph.D (Kepala Center of Digital Economy and SMEs, INDEF)
2. Dadan Nurjaman (Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional)
3. Deniey A. Purwanto, Ph.D (Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment, INDEF)
4. Imam Rachbini (AI Specialist, Continuum Indonesia)

Moderator:
Izzudin Al Farras (Peneliti INDEF)

Share

Author

Attachment
Video
Play Video

Related Media