INILAHCOM, Jakarta – Pemerintah memperkirakan defisit anggaran akan melebar melebihi patotakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 1,69%.

Menurut Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan defisit anggaran karena lebih terporsir ke subsidi yang tidak produkstif.

“Defisit melebar karena ada pembengkakan subsidi pada birokrasi dan minyak,” ujar Enny kepada INILAHCOM di Jakarta, Senin (10/3/2014).

Enny menjelaskan untuk menambal defisit anggaran yang akan melebar, pemerintah jangan menambalnya dengan utang. Sebab kalau utang untuk hal yang tidak produktif hanya akan membebani anggaran tersebut.

Namun, rupanya pemerintah kali ini untuk menambal defisit anggaran akan memangkas anggaran. Namun pemerintah belum bisa menyebutkan anggaran apa yang akan dipotong.

Atas informasi tersebut, Enny mengapresiasi meskipun pihaknya selalu mengkiritik kebijakan pemerintah. Menurutnya dengan menambal defisit anggaran tanpa berhutang adalah hal yang tepat.

Namun Enny tetap menyayangkan melebarnya defisit anggaran akibat subsidi birokrasi dan minyak. “Ini defisitnya karena subsidi minyak dan birokrasi,” jelasnya.

Sebelumnya pemerintah mengakui defisit anggaran melebar melebihi 1,69%. Rencananya pemerintah akan memangkas anggaran.


Sumber: inilah.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close