Media Monitoring Edisi 6 Juli 2020

Tim Peneliti INDEF | 06/07/2020



KONTAN

PEMBANGUNAN BIAYA CORONA MULAI MEMACU KONTROVESI (Hal 1)

Upaya pemerintah dan BI untuk gotong royong mendanai biaya krisis mulai menuai pro dan kontra. Bahkan, investor asing merespon negatif rencana pembagian beban ini. Efeknya, rupiah pada pekan lalu sempat mengalami tekanan menjadi Rp14.566. beberapa faktornya kabar tentang second wave covid-19 kemudian beredar isu dari DPR terkait burden sharing.

BELANJA TAHUN DEPAN TETAP KE LAYANAN UMUM (Hal 2)

Porsi belanja pemerintah pusat terus mendaki dalam lima tahun terakhir. Pun nanti di tahun 2021. Peningkatan anggaran umumnya terjadi di pos yang berhubungan dengan layanan umum. Ada lima fungsi belanja meningkat dan mendominasi penggunaan APBN sejak 2015 hingga 2020, yaitu pelayanan umum, pendidikan, ekonomi, ketertiban dan keamanan, dan perlindungan sosial.

AKSI JUAL INVESTOR ASING BISA BERLANJUT (Hal 3)

Jumat (3/7) lalu, akhirnya, investor asing kembali mencatatkan net buy di bursa saham dengan nilai Rp 93,4 miliar. Tapi, sebelumnya, investor asing mencetak net sell berturut-turut. Dalam sepekan terakhir, investor asing mencetak net sell Rp 1,59 triliun. Meski begitu, analis menilai investor perlu mewaspadai kinerja keuangan emiten di kuartal II. Kinerja berpotensi tertekan akibat pemberlakuan pembatasan sosial. Sehingga, net sell bisa berlanjut.

MAKIN MANTAP MENJUAL APD MEDIS (Hal 4)

Produsen tekstil dalam negeri kini mulai swasembada APD dan masker. Langkah ini demi memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini dipenuhi oleh impor. BPS mencatat, selama Januari-Mei 2020, Indonesia mengimpor APD sebanyak 2.993,34 ton atau senilai US$ 43,48 juta. Sementara impor masker mencapai 2.806,85 ton atau US$ 77,77 juta.

PROSPEK BISNIS TERTEKAN KARENA PERMINTAAN BERKURANG (Hal 5)

Pandemi virus korona membuat pergerakan komoditas logam tertekan. Akibatnya, emiten produsen logam menjalani tahun yang penuh ketidakpastian. Hanya komoditas emas yang harganya naik sepanjang semester I-2020. Kondisi ini tidak terlepas dari sifat emas sebagai safe haven. Saat ekonomi sedang dalam ketidakpastian, emas menjadi investasi pilihan.

BANK CEKAK MODAL BERUPAYA CARI DANA SEGAR (Hal 7)

Lima dari tujuh bank yang pengawasannya oleh OJK sempat dipermasalahkan oleh BPK sibuk berbenah untuk memperbaiki kinerja keuangan. Dari ketujuh bank itu, ada tiga bank yang mengalami masalah pemodalan yaitu Bukopin, Bank Banten dan Muamalat. Untuk menambah modal, Bukopin akhir Juni lalu telah menerima restu rights issue dari OJK. Sementara Bank Banten siap disuntik modal oleh Pemprov Banten sebagai pemegang saham hingga Rp 1,9 triliun.

UNITLINK PENDAPATAN TETAP JADI JUARA (Hal 10)

Kinerja unitlink mulai membaik di semester I-2020 bila dibandingkan kinerja kuartal I-2020. Berdasarkan data Infovesta, kinerja unitlink pendapatan tetap berhasil mencatat imbal hasil sebesar 1,03% ytd per Juni 2020. Pada kuartal I-2020 unitlink ini masih -3,06%.

TELKOM MEMUPUK LAYANAN DIGITAL (Hal 11)

Perubahan susunan pengurus Telkom pada Juni lalu sudah pasti bukan tanpa maksud. Salah satu tujuan tersebut, tampaknya, adalah memacu bisnis layanan digital. Lagi pula, layanan digital dan konektivitas tak terpisahkan. Telkom melihat, keduanya merupakan satu ekosistem besar yang berubah dengan sangat cepat. 

SHELL HENGKANG DARI PROYEK BLOK MASELA (Hal 12)

 Akibat wabah, Royal Dutch Shell Plc (Shell) memutuskan untuk hengkang dari Proyek Gas Abadi Blok Masela, Provinsi Maluku. Alasan mundurnya Shell dari proyek pengembangan Blok Masela lantaran kondisi arus kas yang terdampak situasi pandemi Covid-19. Shell memutuskan untuk memfokuskan pada proyek lain yang tengah berlangsung di Indonesia.

OKUPANSI MINI, MASKAPAI BERLOMBA PANGKAS BIAYA (Hal 13)

Sektor penerbangan di dalam negeri masih babak belur akibat pandemi Covid-19 meski pemerintah sudah melonggarkan akses angkutan transportasi udara seiring dengan fase adaptasi kebisaan baru. Hingga saat ini, tingkat okupansi pesawat masih sekitar 15%. Tak pelak, sejumlah maskapai nasional menempuh jalan efisiensi secara ketat terkait biaya operasional.

MENGEJAR MIMPI MASUK AUSTRALIA DENGAN BEA 0%  (Hal 14)

Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia - Australia (IA-CEPA) resmi berlaku, Minggu (5/7) kemarin. Pelaku usaha Indonesia bisa langsung memanfaatkan perjanjian tersebut. Salah satu keuntungan bagi Indonesia adalah bea masuk produk Indonesia ke Australia dihapus. Australia juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas setara. Hanya saja tidak seluruh produk Australia akan mendapat pembebasan tarif.

LUCY BRAND AJUKAN KEBANGKRUTAN (Hal 16)

Lucky Brand Dungarees LLC dan afiliasinya, yang dikenal sebagai produsen celana jins dan pakaian lain mengajukan kebangkrutan di Delaware. Langkah ini setelah upaya restrukturisasi akibat pandemi Covid-19 berujung gagal. perusahaan tersebut telah menandatangani perjanjian pembelian aset dengan SPARC Group LLC, yang mengoperasikan beberapa merek besar termasuk Aeropostale dan Nauctica. Menurut pernyataan resminya, SPARC bakal mengurus pembelian secara substansial seluruh aset operasional Lucky Brand Dungarees.

 

BISNIS INDONESIA

AGRESIF DI TENGAH PANDEMI (Hal 1)

Ekspansi produk dan kolaborasi dengan mitra menjadi pilihan strategi bagi emiten kesehatan untuk menjaga kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19. Dari 18 emiten kesehatan yang dihimpun Bisnis, mayoritas mencatatkan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Sebanyak 15 emiten membukukan pertumbuhan pendapatan secara year-on-year.

LIKUIDITAS BELUM AMAN (Hal 3)

Meski pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan secara umum tergolong stabil tetapi kondisi itu belum dapat dijadikan acuan bagi kecukupan likuiditas, terutama dalam kebutuhan jangka pendek yang terus tertekan akibat restrukturisasi kredit. Ketua ekonom Bank BNI mengatakan kondisi industri perbankan pada kuartal pertama tahun ini tergolong tidak normal. Dia memperkirakan pertumbuhan, khususnya DPK dan kredit akan mulai menunjukkan keseimbangan pada semester kedua tahun ini.

PROYEK MASELA SEMAKIN BERAT (Hal 4)

Proyek pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela yang berlokasi di Laut Arafuru, Maluku dinilai semakin berat. Selain belum adanya kepastian pembeli dari blok migas itu, kondisi pasar gas alam cair (LNG) juga masih sulit diprediksi. Kepala SKK Migas mengatakan harga LNG yang terperosok pada kisaran US$2 per MMBtu sangat berdampak pada keekonomian proyek Blok Masela. Rendahnya harga LNG tersebut turut dipengaruhi oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, sehingga membuat permintaan berkurang

JAGA MOMENTUM PERTUMBUHAN (Hal 5)

Beragam tantangan yang mengadang kinerja korporasi pada 2019 telah terlewati. Tak sedikit korporasi yang mengalami penurunan kinerja, tetapi banyak pula yang mampu tetap menjaga momentum pertumbuhan. Di sektor asuransi, tantangan datang dari sisi investasi dan pembayaran klaim yang lebih tinggi dari pertumbuhan premi. Sementara itu, di sektor riil, kinerja korporasi dibayangi volatilitas harga komoditas, tantangan ekspor, dan daya beli masyarakat.

PEREBUTAN TEBU DI JAWA MENGGANAS (Hal 9)

Seiring dengan makin ciutnya lahan perkebunan di Pulau Jawa, aksi berebut tebu tani oleh pabrik gula swasta dan BUMN kian sengit. Sayangnya, fenomena itu tidak berbanding lurus dengan kenaikan harga lelang gula kristal putih. Demi menghindari anjloknya harga musim giling, harus pemerintah berkomitmen menugaskan importir yang mendapat alokasi gula mentah untuk menyerap gula petani dengan harga Rp11.400/kg.

BERKAT TRANSFORMASI BERKELANJUTAN (Hal 10)

PT Telkom tak terkubur berkalang usia. Perusahaan pelat merah itu semakin menapaki kesuksesan, dan kian diperlukan bagi kehidupan di abad informasi. PT Telkom menorehkan kinerja cukup baik tahun lalu di tengah kondisi yang cukup menantang seperti persaingan ketat industri seluler, agenda politik dalam negeri dan perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. Berikut laporan kinerja Telkom sepanjang 2019.

BISNIS KARGO JADI TUMPUAN (Hal 11)

Angkutan kargo udara menjadi tumpuan pendapatan bagi maskapai penerbangan nasional saat belum pulihnya angkutan penumpang akibat pandemi Covid-19. Sebagian besar maskapai berjadwal bahkan sudah mengoperasikan penerbangan dengan memuat kargo di kabin penumpang.

PILKADA & TAHUN SIBUK KPK (Hal 12)

Periode 2017—2018 boleh jadi menjadi tahun sibuk bagi KPK. Kebetulan, periode itu berdekatan dengan tahapan pelaksanaan Pilkada secara serentak yang digelar pada Juni 2018. Dalam kurun 2 bulan, KPK menjerat enam orang calon kepala daerah yang berstatus sebagai petahana dalam OTT. KPK seolah sudah melihat pola-pola korupsi di daerah, terutama jelang pelaksanaan pilkada. Bedanya, pilkada tahun ini digelar di saat situasi bangsa dan negara berhadapan dengan pandemi virus corona. Pilkada yang awalnya bakal digelar pada September 2020, digeser menjadi 9 Desember 2020.

BERHARAP REMEDI DARI DIVESTASI (Hal 13)

Divestasi menjadi panasea bagi sejumlah emiten BUMN untuk mendatangkan dana segar guna bertahan di tengah pandemi. Agenda divestasi aset oleh sejumlah emiten BUMN kembali mengemuka pada awal paruh kedua tahun ini. Aksi korporasi itu sedang menanti kesepakatan dengan calon investor agar dana segar dapat mengalir ke kantong korporasi pelat merah.

MI ATUR STRATEGI SIASATI PANDEMI (Hal 14)

Paruh pertama 2020 menjadi periode yang kelabu bagi hampir seluruh industri, termasuk industri investasi kolektif. Industri reksa dana sempat terpukul, meski mulai bangkit jelang paruh kedua.

LIBERALISASI DAGANG DIBATASI KUOTA (Hal 15)

Penetapan tarif preferensi atas delapan kelompok barang impor dari Australia yang masuk dalam cakupan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dibatasi berdasarkan kuota. Skema ini lazim digunakan untuk menetapkan tarif bea masuk berdasarkan jumlah atau kuota tertentu atas importasi dari suatu negara yang terikat perjanjian perdagangan.

MENEROPONG PEMULIHAN PEKERJA (Hal 18)

Dampak pandemi terhadap pasar tenaga kerja global lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya. ILO memproyeksikan pasar tenaga kerja belum akan sepenuhnya pulih pada paruh kedua tahun ini. ILO mencatat jam kerja global pada kuartal II/2020 turun 14% dari tingkat sebelum pandemi. Angka itu setara dengan kehilangan 400 juta pekerjaan penuh waktu, di atas proyeksi yang menyebutkan hanya 305 juta.

BELAJAR DARI PERKARA JIWASRAYA (Hal 19)

Klaim jatuh tempo dalam jumlah besar pada 2018 telah menggoyang keuangan Asuransi Jiwasraya hingga nihil cadangan dana. Persoalan tersebut berbuntut ke ranah hukum dan menyeret sejumlah tersangka dari berbagai pihak terkait. Belajar dari kasus tersebut, Kementerian BUMN akan mengonsolidasikan dana pensiun milik perusahaan pelat merah.

TAK CUKUP HANYA BUNGA RENDAH (Hal 20)

Suku bunga kredit secara rata-rata kini sudah mulai menyentuh level di bawah 10%, sesuai keinginan Presiden Joko Widodo. Namun, tidak cukup hanya bunga yang rendah agar kredit bank bisa kembali terpacu. Kondisi ekonomi yang tertekan dari sisi permintaan dan penawaran menyebabkan bunga kredit yang rendah sulit untuk dapat dimanfaatkan oleh sektor riil.

SAAT GOLDMAN KEPINCUT SAHAM GOCAP BAKRIE (Hal 21)

Kendati berada di harga terendah, ternyata saham pengelola taman hiburan milik Grup Bakrie, Jungleland mampu menarik minat bank investasi Goldman Sachs & Co. LLC. Pundi-pundi pun mengalir dari perusahaan asal Amerika Serikat itu.

MASIHKAH EMAS LAYAK DIBELI? (Hal 23)

Di tengah tingginya ketidakpastian dan ancaman resesi, komoditas emas disebut masih layak dikoleksi untuk saat ini. Investor disarankan untuk melakukan buy on weakness atau beli saat harga turun.

TAK LELAH MENGEJAR KERETA API (Hal 24)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tak lelah mengejar mimpi agar bisa memiliki jalur transportasi kereta api meskipun investor berniat mengundurkan diri dari proyek senilai puluhan triliun. Pada tahap awal, PT Kereta Api Borneo melakukan uji kelayakan tanah. Namun, hingga batas yang ditentukan pada September 2019 belum ada hasil yang diterima. Akhirnya pengunduran diri Rusian Railways pun diajukan.

 

KOMPAS

PACU ENERGI TERBARUKAN (Hal 9)

Indonesia memiliki target 23% energi terbarukan dalam bauran energi pada 2025. Pandemi Covid-19 menyebabkan harga energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara, merosot. Namun, kondisi ini tak boleh menghalangi pengembangan energi terbarukan. Itu karena situasi ini diperkirakan hanya sementara. Harga minyak dan batubara diperkirakan kembali naik apabila permintaan energi pulih.

STATUS RI BISA TURUN LAGI (Hal 10)

Tahun ini, status Indonesia bisa kembali lagi menjadi negara berpenghasilan menengah rendah. Pandemi Covid-19 bisa menyebabkan pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia tahun ini turun. Ketimpangan pendapatan juga berpotensi melebar. Oleh karena itu, transformasi ekonomi mesti dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah. Pasalnya pandemi Covid-19 yang penuh ketidakpastian akan menurunkan PNB per kapita semua negara di dunia pada 2020. Kendati meningkat, PNB per kapita Indonesia tergolong rentan karena berada di batas bawah kelompok negara berpendapatan tinggi.

THE JAKARTA POST

RI RAISES $930M IN SAMURAI BONDS FOR VIRUS RESPONSE

Indonesia has raised 100 billion yen (US$930 million) from the issuance of five-tranche samurai bonds to help the government cover the fiscal deficit and fund the coronavirus pandemic response, the Finance Ministry announced Friday. The deal was finalized in Japan on Thursday and sold in maturities of 20 years, worth 1.5 billion yen with a coupon rate of 1.8%; 10 years, worth 13.4 billion yen with a 1.59% coupon rate; and seven years, worth 10.1 billion yen with a 1.48% coupon rate. The five-year tenure is worth 24.3 billion yen with a coupon of 1.35% and the three-year tranche is worth 50.7 billion yen with a 1.13% coupon

BLOOMBERG

GENERATION Z IS BEARING THE ECONOMIC BRUNT OF THE CORONAVIRUS

Already scarred by the global financial crisis a decade ago, a generation of younger people is bearing the economic brunt of the coronavirus. Even billions of dollars in global fiscal stimulus is struggling to cushion the blow as the pandemic worsens generational inequality. Take Australia as an example. Despite a A$260 billion ($180 billion) injection of financial and economic support, unemployment among 15 to 24-year-olds has surged to 16.1%, compared to about 5.5% for those over 25. That’s in a country that hasn’t seen a recession since the 1990s and is in the vanguard of nations containing the virus.

THE ECONOMIST

THE POOREST COUNTRIES MAY OWE LESS TO CHINA THAN FIRST THOUGHT

The new figures confirm Mr Pompeo’s observation that China is by far the biggest bilateral creditor to Africa, and in many poor countries elsewhere. It accounts for about 20% of the total foreign debt owed by the 73 governments eligible for the G20 initiative. That is more than all of the Paris Club lenders, including America, Britain and Japan, combined. But it is also smaller than the estimate of over 25% based on figures from Mr Horn, Ms Reinhart and Mr Trebesch. Indeed their estimates for individual countries often exceed the bank’s by large margins.