INDEF School of Political Economy Kembali Hadir di Malang

Tim Peneliti INDEF | 05/03/2019



Malang, 4 Maret 2019 – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan kegiatan INDEF School of Political Economy (ISPE) angkatan XV dari tanggal 4-6 Maret 2019 di Kota Malang, Jawa Timur. Tiga hal yang digaris bawahi oleh INDEF dalam ISPE kali ini adalah isu ekonomi politik daerah, ekonomi global dan pengembangan Industri 4.0.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak ini juga menggaris bawahi peran penting pemerintah daerah dalam mendukung industri 4.0. Menurutnya, Pemprov Jawa Timur terus melakukan pembenahan dan percepatan sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman, salah satunya dengan mendorong pengembangan sektor ekonomi Jatim yang masih terpusat di beberapa daerah saja.

Menurutnya, terdapat lima kabupaten/kota menguasai setengah perekonomian Jatim. Padahal Jatim memiliki 38 kabupaten/kota. Lima daerah tersebut dikenal dengan ring satu. Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Pemprov Jatim akan terus menggenjot pembangunan yang lebih produktif diluar ring satu tersebut.

Selain itu, kedepannya, kompetisi Jatim bukan lagi antar provinsi, tapi harus dalam konteks global. Ia mencontohkan bahwa Kawasan-kawasan industri yang ada di luar ring satu, seperti Kabupaten Nganjuk, harus mampu bersaing dengan Vietnam, Thailand, Filipina, maupun India. “Kompetisi kita tidak lagi hanya antar provinsi, Jatim harus meningkatkan daya saing, bukan hanya berkutat pada industri penolong, infrastruktur, pasar, dan lain sebagainya.”

Emil juga menambahkan pentingnya Millenial Job Center (MJC). “Sekarang, Indonesia masih kekurangan SDM dalam industri 4.0. Ahli SEO, Media Adevertising, sekarang masih jarang. Disitulah pemerintah hadir untuk menjembatani masalah minimnya SDM dan besarnya permintaan tenaga kerja di Industri 4.0, MJC ini bisa jadi solusi”, ujarnya. Ia memandang bahwa Indonesia, khususnya Jatim harus mampu menjadi pelopor utama dalam mengoptimalkan peluang di Industri 4.0.