JAKARTA, PESISIRONE.com – Pemerintah menetapkan nilai tukar Dolar Amerika Serikat melemah terhadap Rupiah dalam asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015. Pemerintah mematok nilai tukar sebesar Rp 12.200 per USD dari sebelumnya Rp 11.900 per USD. Langkah ini langsung mendapat apresiasi positif.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menjelaskan, langkah pemerintah menetapkan pelemahan nilai Rupiah justru akan berkontribusi positif. Maka itu, dirinya mendukung langkah tersebut.

“Kalau nilai tukar kita masih rendah, tetapi kebijakan tepat, itu justru malah berkontribusi positif,” kata Enny kepada merdeka.com, Sabtu (24/1).

Hal yang mendasari dukungan tersebut lantaran ke depannya Indonesia bisa mengelola impor lebih baik. “Ini jadi momentum pengendalian impor, kalau kebijakannya tepat,” terangnya.

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) tahun 2015, pemerintah menaikkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika menjadi Rp 12.200 per USD. Jumlah tersebut naik Rp 300 dari Rp 11.900 per USD.


Sumber: http://bengkalisone.com/

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close