INILAHCOM, Jakarta – Pemerintah mengklaim sukses dalam menjalankan program amnesti (pengampunan) pajak. Namun Institute for Development of Economics and Finance (Indef) punya pendapat sebaliknya.

“Pak Ken (Dirjen Pajak) selalu bilang tax amnesty itu paling berhasil di dunia. Karena dari sisi deklarasi, bisa mencapai Rp4.800 triliun. Tapi banyak indikator yang tak bisa diklaim dan itu harus diketahui oleh publik,” kata Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati di Kantornya, Jakarta, Kamis (06/04/2017).
Enny memberi contoh sejumlah kegagalan dari program amnesti pajak. Semisal, tax amnesty tak memberikan pengaruh signifikan terhadap likuiditas perbankan. Dan, suku bunga perbankan bukannya turun, malah naik.
“Jadi istilahnya, kalau targetnya 10 tapi yang bisa dicapai 5, sekalipun gagal tapi masih dibilang lebih baik. Tax amnesty ini justru sudah melenceng dari tujuan. Maunya ke utara, ternyata malah ke selatan. Ini sangat parah,” katanya.

Sementara, peneliti Indef Mohammad Reza Hafiz giliran memaparkan sejumlah kegagalan lainnya. Upaya mendiring pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi, melalui dana pulang kampung atau repatriasi, tidak terjadi.
Padahal, lanjutnya, dana repatriasi bisa memberikan efek domino yang cukup positif. Di mana, likuiditas domestik menguat, perbaikan nilai tukar, penurunan suku bunga serta mendorong realisasi investasi. “Tapi semuanya tidak terjadi,” kata Reza.
Atau tujuan lain dari program tax amnesty yakni reformasi perpajakan serta meningkatkan penerimaan pajak, menurut Reza, tidak terlihat. “Tapi hal itu pun belum terjadi,” tandasnya. [ipe]
Sumber: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2371017/tax-amnesty-berakhir-indef-pertanyakan-hasil

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close