Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen kebijakan fiskal yang mempunyai tugas wajib yaitu harus mampu menjadi stimulus perekonomian. Esensi dari stimulus fiskal bahwa APBN harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, utamanya merangsang dan mendorong tingkat investasi dan produksi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan berujung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Catatan pertama dan utama setelah mendengar pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dan membaca lengkap dokumen Lampiran Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012, adalah bahwa RAPBN tersebut merupakan rancangan anggaran yang inskonstitusional.

Mengapa demikian? Karena RAPBN tersebut tidak menjalankan peran dan fungsi utama yang diamanatkan oleh konstitusi, yaitu mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia. RAPBN 2012 tidak menyentuh dan menjawab masalah yang paling krusial saat ini yaitu masalah pengangguran, deindustrialisasi, serta ancaman krisis pangan dan krisis energi. Padahal justru masalah tersebut merupakan akar permasalahan yang membelit perekonomian Indonesia pada tahun 2011 dan 2012 ke depan.

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close