Indef: Harga Eceran Tertinggi Beras Tak Dapat Dipukul Rata

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan kebijakan penentuan harga eceran tertinggi (HET) beras tak dapat dipukul rata. Alasannya negara tidak mungkin mengendalikan semua mekanisme pasar.

Soal Kasus Beras Maknyuss, Indef Kritik Skema Subsidi Kementan

Kasus PT Indo Beras Unggul (IBU) yang diduga membeli beras subsidi dari petani dengan harga yang lebih tinggi, tengah menjadi sorotan publik. Pemerintah menuding beras yang diproduksi PT IBU dijual kepada konsumen dengan harga eceran yang lebih mahal ketimbang harga eceran pemerintah.

Indef Minta Pemerintah Kaji Subsidi Input Pertanian

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ikut angkat bicara terkait penggerebekan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan di gudang beras milik PT Indo Beras Unggul (IBU) yang diduga melakukan pengoplosan beras.

Beras Maknyuss, Indef Puji PT IBU dan Minta Jokowi Tegur Mentan

Pada kasus beras Maknyuss, ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dradjad Wibowo, berharap Presiden Joko Widodo menegur keras Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam perkara perberasan.

Tindak Tegas Penimbun Beras!

Kalangan DPR, pedagang dan pengamat ekonomi mencurigai ada permainan spekulan yang mendorong kenaikan harga beras hingga 30% di tengah tren penurunan harga komoditas global dan kondisi pasokan yang relatif tidak bermasalah. Karena ulah spekulan atau “mafia” perberasan ini bertujuan agar pemerintah membuka kembali keran impor beras masuk ke Indonesia.

Pengamat Pertanian: Operasi Pasar Tidak Turunkan Harga Beras

Pengamat Pertanian Bustanul Arifin menyatakan operasi pasar yang dilakukan Bulog tidak dapat membantu penurunan harga beras karena terbatasnya pasokan beras. Kata dia, kurangnya pasokan beras Bulog lantaran tahun lalu pemerintah lambat menentukan administrasi lembaga yang mengelola anggaran dan penyaluran beras bulog tersebut. Akibatnya, sejak November-Desember cadangan beras di gudang Bulog telah habis. Sementara untuk menggelar operasi pasar Bulog memakai cadangan beras pemerintah.

Pemerintah Tak Serius Urusi Kebutuhan Beras “Wong Cilik”

Kelangkaan beras miskin (raskin) langsung menimbulkan gejolak pasar, sehingga mengakibatkan harga beras meroket. Pemerintah dituding tidak serius mengelola kebutuhan vital bagi masyarakat kelas bawah. Itu sebabnya, sistem pengelolaan dan penyaluran beras untuk rakyat miskin perlu diperbaiki untuk meminimalisir potensi penyelewengan. Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin, menyatakan program raskin tidak perlu dihapus tetapi pengadaannya disesuaikan pertahun atau tergantung dengan angka kemiskinan.

Operasi Pasar Diyakini tak Mampu Turunkan Harga Beras

Pengamat ekonomi pertanian Bustanul Arifin mengatakan, operasi pasar tidak langsung bisa menurunkan harga beras di pasaran. Operasi pasar yang dilakukan memang langsung menyentuh konsumen, namun harga di pasaran secara luas akan tetap tinggi.

Ini 4 Penyebab Harga Beras Melonjak, Termasuk Faktor Mafia Beras

Lonjakan harga beras khususnya di Jakarta sudah terjadi sejak awal Februari 2015. Setidaknya ada 4 faktor yang menyebabkan harga beras melonjak, termasuk faktor kartel pedagang beras oleh para mafia. Pengamat Pertanian dari Universitas Negeri Lampung (Unila) Bustanul Arifin mengungkapkan penyebab harga beras di DKI Jakarta bisa melonjak hingga 30%.
Close