Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagai amanat Undang-Undang (UU), pemerintah berambisi melakukan stabilitas pangan di Indonesia. Namun, menurut Guru Besar Pertanian IPB Dwi Andreas Santosia, pemerintah tidak memiliki data yang valid sebagai acuan menjaga stabilitas pangan.

“Kalau boleh mengkritik, negara ini belum punya data valid soal produksi pangan sampai sekarang,” kata Andreas, saat bincang-bincang Kebijakan Stabilitas Pangan, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2016).

Tak hanya Andreas, hal serupa ditekankan oleh Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati. Lagi-lagi dia bilang pemerintah belum punya data yang valid untuk mewujudkan stabilitas pangan.

Pernyataan ini dilontarkan Enny saat Indef mengadakan diskusi yang mempertemukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan para pelaku pasar. Saat itu, Kementan menunjukkan sejumlah data yang digunakan untuk mengambil kebijakan. Namun pelaku pasar bilang saat di verifikasi data yang diberikan pemerintah tidak valid dan cenderung berbohong.

“Kementerian juga enggak bisa membuktikan datanya valid. Mereka mendapatkannya dari dinas berarti datanya sekunder dong,” kata Enny.

Tidak hanya mempertanyakan data pangan yang valid, Enny juga mengkritisi data pangan yang dimiliki oleh Kementan dan Badan Pusat Statistik (BPS) jauh berbeda. Contohnya, kata dia, data pangan soal kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Ada yang bilang kebutuhan kita 130 kkal ada yang bilang juga 150 kkal. Jadi jangankan data produksi, data konsumsi saja bervariasi. Jadi bagaimana kita menyelesaikan persoalan stabilisasi pangan?,” terang dia.

Dengan ada koreksi data tersebut, Enny berharap pemerintah dapat hadir untuk memberikan stabilitas pangan yang sebenarnya untuk petani dan masyarakat. “Data ini bisa diselesaikan, data untuk policy yang diambil minimal benar dulu. Jadi apa yang dilakukan pemerintah dengan kebijakan diambil jadi valid,” tutup dia.

Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close