Transisi Kepemimpinan 2014 telah berlangsung secara damai. Namun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyisakan pekerjaan rumah berbagai bidang, baik bidang politik, ekonomi dan sosial. Di bidang ekonomi diantaranya terjadi perlambatan dan kerapuhan pertumbuhan ekonomi, stagnasi pengurangan angka kemiskinan, ketimpangan yang melebar, defisit neraca perdagangan, kerapuhan fiskal dan deindustrialisasi. Pekerjaan rumah tersebut dibarengi dengan warisan fiskal yang rapuh sehingga peran stimulus fiskal Pemerintah dalam perekonomian menjadi sangat terbatas. Warisan fiskal yang rapuh tercermin dari ruang fiskal yang terbatas akibat alokasi fiskal telah tersandera membengkaknya belanja yang bersifat rutin dan mengikat, khususnya subsidi dan beban bunga dan cicilan utang.

Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2015 menghadirkann Keynote Speaker Dr. H.M Jusuf Kalla* dan Panelis Faisal Basri, M.A, Dr. Aviliani , Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika, Prof. Dr. Bustanul Arifin, Dr. Enny Sri Hartati dan Burhanuddin Muhtadi (Direktur Indikator) dengan Moderator Eko B. Supriyanto (Direktur The Finance.)

*) dalam konfirmasi

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close