Press Release

Mencari Solusi Revitalisasi Sektor Migas di Indonesia

Tim Peneliti INDEF | 21/03/2019

Walaupun minyak dan gas memiliki peranan yang penting, Indonesia mengalami sejumlah tantangan dalam pengelolaan migas dalam negeri: salah satunya adalah defisit perdagangan migas.

Baca »

Pemanasan Jelang Debat Ketiga: Menyelesaikan Masalah Struktural Ketenagakerjaan

Tim Peneliti INDEF | 14/03/2019

Mendapatkan pekerjaan yang layak adalah hak setiap warga negara Indonesia. Sayangnya, setelah lebih dari tujuh dasawarsa merdeka, persoalan tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja di sektor informal belum juga terselesaikan.

Baca »

Pemanasan Debat Capres Kedua: Tawaran INDEF untuk Agenda Strategi Pembangunan SDA dan Infrastruktur

Tim Peneliti INDEF | 14/02/2019

Debat capres bukan saja merupakan ajang kontestasi menarik suara pemilih, namun juga meletakkan dasar-dasar arah kebijakan pangan, energi, sumber daya alam, lingkungan, serta infrastruktur di lima tahun yang akan datang. Sekaligus juga, janji-janji yang harus ditepati oleh capres dan cawapres terpilih.

Baca »

Tantangan Mendorong Pertumbuhan dan Menarik Investasi di Tahun Politik

Tim Peneliti INDEF | 07/02/2019

Tanpa terasa 4 tahun Pemerintahan Jokowi - JK berlalu di tengah gejolak ekonomi eksternal dan beragam tantangan ekonomi yang sangat dinamis. Di tengah sederet janji pembangunan yang telah diikrarkan Presiden sejak awal periode kepemimpinan termasuk menargetkan pertumbuhan ekonomi meroket hingga 7% per tahun, INDEF selalu mengawal dan mengkritisi tiap capaian pemerintah dengan sudut pandang yang berimbang.

Baca »

Manisnya Rente Impor Gula

Tim Peneliti INDEF | 14/01/2019

Gula merupakan salah satu komoditas pangan strategis, sayangnya kebutuhan gula untuk industri  sebagian besar masih harus dipenuhi dari Impor. Dengan dalih untuk melindungi produsen gula dalam negeri, Pemerintah membedakan antara Gula Kristal Rafinasi (GKR) untuk industri dan Gula Kristal Putih (GKP) untuk dikonsumsi masyarakat. Sedianya  impor gula hanya untuk pemenuhan GKR, namun dalam perkembangannya GKR juga digunakan untuk instrumen stabilisasi harga gula konsumen. Akibatnya, sekarang Indonesia menduduki importir gula terbesar di dunia. 

Baca »

Diskusi Publik: Menakar Masa Depan Batam Pasca Pengalihan BP Batam

Tim Peneliti INDEF | 19/12/2018

Presiden bersama dengan Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian,memutuskan untuk meleburkan BP Batam dengan Pemkot Batam dan menjadikan Walikota Batam sebagai ex-officio BP Batam untuk mengeliminasi isu dualisme. Keputusan ini dinilai tidak sejalan dengan cita-cita Batam ke depan sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. Selain dinilai menyalahi aturan yang ada, keputusan ini berpotensi memperburuk iklim investasi yang saat ini sudah menurun di Batam.

Baca »

Press Release : Mewaspadai Inflasi Pangan

Tim Peneliti INDEF | 15/11/2018

Setiap menjelang akhir tahun acap kali harga pangan mengalami lonjakan. Harga bahan pangan biasanya mulai merangkak naik di bulan November, sebelum mencapai puncaknya di Desember. Kondisi ini membuat capaian inflasi volatile food (barang bergejolak) di Oktober 2018 sebesar 0,17 persen mtm tidak cukup menjadi indikasi akan stabilnya harga pangan hingga penghujung tahun.

Baca »

Diskusi Publik : Ketimpangan di Era Otonomi

Tim Peneliti INDEF | 07/11/2018

Otonomi daerah bertujuan untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tercantum dalam sila ke-5. Namun penerapan otonomi justru menyebabkan semakin melebarnya ketimpangan (Indeks gini) di Indonesia. Indeks Gini di Indonesia terus meningkat hingga mencapai nilai 0,41 pada tahun 2011. Melihat kondisi ini, INDEF melakukan kajian untuk mencari faktor yang menyebabkan hal tersebut dengan menganalisis data yang mencakup 33 provinsi pada periode tahun 2006-2016.

Baca »

Diskusi Bulanan: RAPBN 2019 - Realistis VS Populis

Tim Peneliti INDEF | 29/08/2018

Merayakan ulang tahun ke-23, INDEF menyelenggarakan diskusi publik bertema RAPBN 2019: Realistis vs Populis. Di tengah situasi ekonomi global yang senantiasa tidak pasti dan tahun politik yang sedang dijalani, strategi anggaran yang fokus pada upaya menjaga kredibilitas dan keberlanjutan fiskal mutlak diperlukan guna mencapai tujuan jangka panjang yang lebih baik, tidak sekadar kepentingan politik jangka pendek. Pada titik inilah urgensi INDEF sebagai lembaga riset independen menyampaikan sejumlah tanggapan kritis atas RAPBN 2019 yang sedang dibahas di DPR. 

Baca »

Mau Kemana Industri Hasil Tembakau Pasca PMK 146/2017

Tim Peneliti INDEF | 13/08/2018

Industri Hasil Tembakau (IHT) memiliki rantai bisnis yang luas sehingga menciptakan nilai tambah sekaligus lapangan kerja. Di tengah ketergantungan impor bahan baku, IHT masih mampu menyerap bahan baku lokal (tembakau dan cengkeh) yang cukup besar. IHT satu-satunya industri yang paling besar kontribusinya bagi pendapatan negara melalui cukai dan pajak lainnya. Cukai merupakan penerimaan negara terbesar ketiga, dan 95 persen berasal dari Cukai Hasil Tembakau (CHT). 

Baca »

Nasib Ekonomi Pasca Pilkada

Tim Peneliti INDEF | 03/07/2018

Dinamika politik seperti Pilkada serentak kerap kali dianggap sebagai ‘batu sandungan’ akselerasi ekonomi, seiring meningkatnya eskalasi ketidakpastian sehingga terjadi aksi “wait and see”. Di sisi lain, Pilkada juga dapat bernuansa optimisme membawa angin perubahan dan menjadi mesin pendorong perekonomian di daerah.

Baca »

Rente Ekonomi Impor Pangan

Tim Peneliti INDEF | 17/04/2018

Meskipun julukan negara agraris telah cukup lama disematkan kepada Indonesia, faktanya sampai saat ini berbagai kebutuhan pangan masyarakat masih ‘perlu’ didatangkan dari luar negeri. Tidak hanya sekedar impor gandum yang susah diproduksi iklim tropis, namun mulai dari impor gula, kedelai, bawang putih, daging, beras dan yang lain mengalami peningkatan.

Baca »

Menggugat Produktivitas Utang

Tim Peneliti INDEF | 21/03/2018

Utang Indonesia dalam tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan cukup pesat, karena nota bene utang merupakan tambahan modal guna meningkatkan kemampuan pembiayaan pembangunan. Namun, apakah utang tersebut membuahkan hasil yang baik bagi pembangunan Indonesia?

Baca »

Mampukah Pemerintah Jokowi-JK Ciptakan Lapangan Kerja

Tim Peneliti INDEF | 20/02/2018

Masyarakat perlu mengevaluasi berjalannya pemerintahan Jokowi-JK, salah satu hal yang sangat penting untuk dievaluasi adalah penyerapan tenaga kerja. Lantas, bagaimana perkembangannya selama ini?

Baca »

Mewaspadai Gejolak Pangan dan Energi 2018

Tim Peneliti INDEF | 25/01/2018

Awal 2018 perekonomian Indonesia diwarnai dengan dinamika harga pangan dan energi yang berpotensi menjadi ‘batu sandungan’ bagi upaya akselerasi perekonomian.

Baca »