Pada 2013 perekonomian Indonesia dihadapkan pada ‘quarto deficits’ yang menunjukkan pelemahan sendi-sendi fundamental perekonomian nasional. Sungguh pun pertumbuhan ekonomi masih dapat mencapai 5,82 persen hingga triwulan III 2013. Namun, melihat begitu cepatnya nilai tukar rupiah melemah dan berlanjutnya defisit transaksi berjalan, menjadi relevan untuk mempertanyakan akankah krisis ekonomi keuangan Indonesia akan berulang di masa mendatang?
Sejauh ini jawabannya masih meragukan untuk dapat meyakini kuatnya keseimbangan eksternal Indonesia di tengah ketiadaan respons kebijakan ekonomi yang memberikan solusi terhadap lemahnya sektor luar negeri Indonesia. Menghadapi situasi demikian, sementara perekonomian lebih bertumpu pada nisbah sumber daya alam mentah, membuat kebijakan ekonomi Indonesia butuh perubahan.
Kontestasi politik yang menyertai perjalanan ekonomi Indonesia tahun depan diharapkan dapat menawarkan solusi-solusi fundamental, kreatif dan implementatif bagi perbaikan perekonomian. Siapapun pemimpin yang terpilih pada 2014 nanti, agenda penyelamatan ekonomi Indonesia dari potensi krisis yang kian nyata harus diutamakan.

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close