Proyeksi Ekonomi Indonesia 2012: Badai Krisis Ekonomi dan Jebakan Liberalisasi

Rp 100.000

Belum surut dari ingatan tentang pecahnya gelembung kredit perumahan yang melanda perekonomian Amerika Serikat (AS) pada 2007 lalu, muncul krisis lanjutan yang menimpa perekonomian Uni Eropa (UE) akibat jebolnya APBN dalam menutup utang.

SKU: 979-97810-11 Category: Tags: ,

Description

Belum surut dari ingatan tentang pecahnya gelembung kredit perumahan yang melanda perekonomian Amerika Serikat (AS) pada 2007 lalu, muncul krisis lanjutan yang menimpa perekonomian Uni Eropa (UE) akibat jebolnya APBN dalam menutup utang. Berbeda dengan krisis di AS yang lebih dipicu oleh sektor swasta, krisis di UE dipicu oleh kekhawatiran terjadinya gagal bayar oleh pemerintah atas surat-surat utang yang sudah jatuh tempo. Rentetan krisis di AS dan UE ini berlangsung dalam tempo yang relatif cepat dan saling berkaitan. Di saat perekonomian AS belum pulih dari krisis, kini zona euro juga mengalami penurunan perekonomian yang tidak kalah parah. Mengingat magnitude krisis yang demikian luas menimpa dua kawasan utama ekonomi dunia- diperkirakan pada 2012 baik AS mapun UE belum mampu pulih dari krisis.

Menghadapi situasi berlanjutnya krisis AS dan munculnya krisis UE ini, tentu saja Indonesia harus segera berbenah agar perekonomian nasional tidak terkontaminasi atas memburuknya perekonomian di kedua kawasan tersebut. Tak dapat dipungkuri bahwa krisis demi krisis yang pernah terjadi di Indonesia, pemicunya tak terlepas dari faktor eksternal, diperparah dengan kondisi internal yang tidak mendukung.

Krisis moneter 1997, misalnya, dipicu oleh pelemahan mata uang bath- Thailand, yang berlanjut pada penarikan modal secara besar-besaran pada hampir seluruh negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Sedangkan pada krisis global 2009, dampak yang relatif kecil dibanding negara-negara lain dikarenakan porsi konsumsi dalam negeri yang besar dalam perekonomian, sehingga ada pameo pemerintah tidur pun ekonomi tetap tumbuh. Sebuah ungkapan yang tidak berlebihan jika melihat fakta tidak efektifnya stimulus fiskal kala itu, di mana sebagian besar program terkendala waktu dan buruknya ketepatan sasaran program.

Penulis
Ahmad Erani Yustika, Enny Sri Hartati, Eko Listiyanto, Ahmad Heri Firdaus , Abdul Manap Pulungan, Abra Puspa Ghani Talattov, Imaduddin Abdullah, Eisha Maghfiruha, Rachbini, Romora Edward Sitorus, Agus Herta Sumarto

Close