TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kalangan pengusaha daging ayam membantah tudingan kartel yang disampaikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terhadap 12 perusahaan perunggasan.

Gonjang ganjing harga daging ayam yang terjadi saat ini, murni disebabkan karena over suplai ayam sehingga upaya afkir dini yang direncanakan pemerintah seharusnya dilanjutkan untuk segera menyelamatkan nasib peternak mandiri.

Peternak rakyat mandiri asal Bogor, Jawa Barat Kadma Wijaya mengatakan meroketnya harga ayam saat ini murni merupakan membanjirnya suplai ke pasaran, sehingga harga live bird (LB) yang dialami peternak sangat rendah.
Pemerintah ujar dia harus segera mengambil tindakan salah satunya dengan melanjutkan upaya afkir dini, agar nasib peternak mandiri yang saat ini tengah merugi segera diselamatkan.

“Kesepakatan afkir ini sudah sejak lama kami minta, kami bersama tim ad hoc sudah membuat tiga fase, langkah pertama dua juta sudah jalan, awalnya 10 juta namun karena banyak penolakan akhirnya disepakati enam juta, awalnya Januari sudah tahap ketiga, Jadi awalnya Oktober-November tahap pertama, lanjutkan Desember tahap kedua, akhir januari sudah tahap tiga di atas 50 persen, namun ini akhirnya dihentikan karena rekomendasi KPPU tadi,” ujar dia dalam diskusi publik Bincang-Bincang Agribisnis (BBA) di Jakarta (Senin/7/2016).

Pengamat ekonomi pertanian Indef Bustanul Arifin mengatakan memburuknya perunggasan saat ini merupakan kelambanan pemerintah dalam merespon keluhan yang disampaikan peternak dan dunia usaha.

“Lanjutkan saja afkir dini itu, sebab tidak ada solusi, kalau tidak dilanjutkan ini korban politik, kalau tidak (afkir) siapa yang berani jamin peternak bertahan,” kata dia.

Untuk mengungkap dugaan adanya kartel di lapangan, guru besar pertanian Unversitas Lampung ini berharap, proses persidangan yang dilakukan KPPU tetap berjalan, namun pemerintah segera membuat solusi jangka pendek untuk menyelamatkan nasib peternak mandiri nasional.

“Persidangan silakan lanjutkan, namun solusi harus tetap dilanjutkan, masa orang rugi tidak diberikan solusi,” ujarnya.

Sumber: http://www.tribunnews.com/

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close