Ipotnews – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, langkah Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang stabilisasi harga sudah tepat. Namun, penerbitan perpres tanpa menjaga ketersediaan stok penyangga tidak akan efektif menurunkan harga barang kebutuhan yang sudah terlanjur melonjak.

Direktur Indef Enny Sri Hartati mengatakan, stabilitas harga-harga kebutuhan pokok harus dilakukan pemerintah melalui stok penyangga. Menjaga stabilitas harga tidak mungkin efektif hanya melalui imbauan maupun Perpres.

“Untuk bisa menstabilkan harga harus ada langkah konkret. Menjamin ketersediaan pasokan juga tidak cukup kalau penguasaan pasokan ada di tangan swasta.  Jika semuanya di swasta, jelas akan mendominasi pasokan dan harga,” kata Enny dalam diskusi `Mandulnya Perpres Stabilisasi Harga` di Kantor Indef Jakarta, Kamis (25/6).

Selain itu, lanjut Enny, jika stok penyangga tercukupi maka akan mempersempit ruang gerak para spekulan untuk mempermainkan harga komoditas di pasaran.

“Untuk efektifnya pengendalian harga kebutuhan pokok pemerintah harus mempunyai stok penyangga untuk komoditas-komoditas pokok. Ketika pemerintah punya stok penyangga maka tidak memberikan peluang terhadap para mafia ekonomi untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan menentukan harga pasar setinggi-tingginya,” papar Enny. 

Untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga barang yang beredar di pasar, pada 15 Juni lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. 


Sumber: www.ipotnews.com

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close