PRIBUMINEWS – Presiden Joko menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, yang ditandatangani 15 Juni 2015 lalu. Ini, katanya, dilakukan untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga barang yang beredar di pasar.

Tapi, ternyata, perpres malah membuat bingung Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebagaimana diungkapkan Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam diskusi “Mandulnya Perpres Stabilisasi Harga” di Kantor Indef, Jakarta, Kamis (25/6). “Kemarin sore kami diundang oleh Kemendag untu membahas perpres krusial ini. Mendag juga belum secara jelas memahami maksud perpres ini,” kata Enny.

Harga acuan atau harga referensi yang ada dalam perpres itu, tambahnya, belum jelas maksudnya apa. Apakah akan ditetapkan harga referensi, tapi apakah mau para pedagang menjual sesuai harga referensi yang ditetapkan? “Jadi, kalau nanti melanggar, apa para pedagang ditangkep-tangkepin atau bagaimana? Semuanya masih belum jelas,” ujar Enny. (Tom/Pur)

Sumber: http://pribuminews.com/

  • Berita/Post
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
×
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close