Skalanews – Ekonom “Institute for Development of Economics and Finance” (Indef), Enny Sri Hartati, mengatakan penghematan yang didapat melalui pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) harus disalurkan untuk pembiayaan produktif.

“Kompensasi yang diberikan pemerintah terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi harus produktif supaya terjadi produktivitas nasional dan keseimbangan,” kata Enny, yang dihubungi di Jakarta, Senin (29/4).


Jika pemerintah bisa konsisten terhadap produktivitas nasional dan keseimbangan tersebut, inflasi bisa ditekan sehingga tidak akan menjadi beban fiskal.

Sebaliknya, bila pemerintah mengambil kebijakan kompensasi yang sifatnya populis, tetapi tidak produktif, pengurangan subsidi BBM akan percuma saja.

“Bantuan langsung tunai atau BLT kebijakan kompensasi yang populis tetapi tidak produktif. Kalau nilai kompensasi yang tidak produktif itu nilainya sama dengan subsidi yang dihemat, maka tidak akan ada artinya,” kata Enny. (Ant/DS)

Sumber: skalanews.com – Senin 29 April 2013

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close