JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana pembangunan kereta api (KA) supercepat atau shinkansen Jakarta-Bandung tidak boleh hanya memperhatikan aspek bisnis semata.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, mengatakan, sebagai sebuah kebijakan publik maka pembangunan shinkansen Jakarta-Bandung juga mesti memperhitungkan dampak sosial ekonomi masyakat.

Dia meyakini proyek tersebut tak berdampak besar bagi ekonomi. “Apa multiplier effect setelah dibangunnya KA supercepat Jakarta-Bandung? Mesti belum memiliki kajian, tapi dari hipotesa saya sih ini enggak akan memiliki multiplier effect ekonomi yang besar,” ujar Enny kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Menurut dia, saat ini yang sebenarnya lebih penting adalah angkutan barang. Pasalnya, biaya logistik di Indonesia masih relatif mahal. Hal itu kata dia akan berdampak positif kepada masyarakat ketimbang pembangunan KA supercepat.

Namun, apabila kebijakan pembangunan itu merupakan kebijakan korporasi, atau ada pihak swasta yang berminat, Enny mengaku mendukungnya. Pasalnya saat ini kemungkinan demand mobilisasi orang dari Jakarta-Bandung sangat tinggi.

Meski begitu, dia mengatakan tak ada jaminan bahwa suatu kebijakan korporasi akan memiliki dampak sosial ekonomi yang positif bagi masyarakat.

Sumber: www. kompas.com

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close