Ekonom Indef Enny Sri Hartati menilai penyesuaian tarif dasar listrik (TDL) mempersulit untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi 2013 sebesar 6,8 persen. 
“Jika TDL naik, pertumbuhan ekonomi 6,8 persen akan sangat berat walaupun anggaran infrastruktur sudah dinaikkan sekian triliun,” kata Enny saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/10). 
Penaikan TDL, lanjut dia, akan berdampak besar pada masyarakat dan pelaku usaha. Bahan pokok dan baku yang meningkat akan membuat konsumsi menurun. 
Enny berpendapat, pemerintah pasti berupaya untuk meningkatkan program investasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 2013 mendatang. “Tapi yang patut dipertanyakan adalah apakah investasi bisa meningkat jika TDL naik,” kata dia. 
Menurut Enny, berdasarkan laporan Indef, pada Semester I-2012 terdapat peningkatan investasi yang tumbuh hingga 30 persen. Namun, target pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 sebesar 6,5 persen dinilai masih cukup berat untuk dicapai. 
Sebelumnya Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2012 berada di angka 6,1 persen. Angka tersebut naik dari proyeksi yang dirilis Juli lalu yakni sebesar 5,7 – 6,0 persen. 
Meski demikian, pemerintah optimis bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi 6,5 persen hingga akhir tahun melalui serangkaian kebijakan di antaranya penyesuaian TDL dan program peningkatan investasi serta konsumsi domestik yang dinilai masih cukup tinggi. (Ant/OL-2) 

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close