JAKARTA-Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and
Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan pemerintah harus segera
memperbaiki jalur rantai pasok sebagai antisipasi inflasi.

Badan
Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen atau inflasi pada
Januari 2014 mencapai 1,07 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi
sejak 2009dan diperkirakan akan berdampak buruk pada industri serta
kenaikan harga di tingkat pedagang eceran.

“Pemerintah harus
memperbaiki sistem logistik kita karena rantai pasok saat ini sangat
tidak efisien. Persoalan sekarang yang dihadapi adalah jalur distribusi
dan pergudangan yang tersendat akibat cuaca ekstrem,” kata Enny saat
dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data BPS,
penyumbang inflasi tertinggi pada Januari adalah adanya kenaikan harga
kelompok bahan pangan. Indeks harga perdagangan besar yang tinggi ini
karena adanya persoalan distribusi barang yang tersendat akibat
kerusakan infrastruktur di berbagai daerah karena cuaca ekstrem.

Akibat
inflasi tinggi ini, jelas Enny, maka akan berdampak negatif terhadap
sektor industri karena pengeluaran masyarakat sudah tergerus untuk biaya
pangan sedangkan untuk kebutuhan sekunder dan tersier akan berkurang.

“Otomatis
permintaan barang-barang industri akan menurun, misal elektronik dan
tekstil, shingga akan mempengaruhi produksi dari industri dan dari
faktor dalam negeri akan berdampak negatif terhadap ekspansi industri,”
jelas Enny.

Selain itu, dengan berbagai macam tekanan biaya serta
kenaikan biaya distribusi logistik akibat bencana alam, lanjut Enny,
maka kompetisi produk dalam negeri dengan produk impor akan menurun.

“Sehingga
harga impor dan domestik berkejar-kejaran. Untuk kalangan menegah atas,
pilihannya akan ke produk impor. Ini akan semakin berdampak negatif
lagi ke Indonesia,” tambahnya.

Solusi jangka pendek menurut Enny,
pengaruh cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga
Februari harus diantisipasi oleh pemerintah terutama terkait jalur
distribusi sebagai jalur rantai pasok.

Ia memberi contoh,
pemerintah bisa mengoptimalkan penggunaan gudang-gudang milik Perum
Bulog yang tersebar di seluruh daerah di Tanah Air.

“Selama ini
kan gudang itu nganggur, jadi bisa dioptimalkan. Ini bisa dicoba kalau
pakai gudang bulog. Saya rasa ini lebih realistis. Minimal sebagai
referensi para dunia usaha agar dia tidak memanfaatkan momentum untuk
menaikkan harga jika pemerintah punya cadangan,” jelasnya.

“Ini juga akan lebih efisien, biaya distribusi bisa lebih ditekan,” tambahnya.

Enny menilai pemerintah juga harus mengoptimalkan jalur laut dan jalur kereta selain juga perbaikan infrastruktur.(*/hrb)
Sumber: investor daily.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close