JAKARTA (HN) -Pemerintah dinilai gagal memahami pasar karena operasi pasar yang dilakukan tidak maksimal. Harga pangan belum turun signifikan, khususnya kebutuhan pokok saat Ramadhan dan menjelang Lebaran.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, pemerintah saat ini bersaing dengan pedagang kecil. Pemerintah bukan menyelesaikan masalah yang ada tapi hanya menciptakan pasar baru.

“Tugas pemerintah menyehatkan pasar, bukan membuat proyek pasar. Kalau pedagang ya dagang. Kalau pemerintah memberikan intervensi dan dampaknya nyata,” ujar Enny kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Senin (13/6).

Menurut dia, operasi pasar cara pemerintah menghilangkan kegagalan pasar. Hal tersebut dikarenakan ada dominasi pasokan atau persekongkolan oknum yang menyebabkan penentuan harga. Biasanya disebut kartel yang mengakibatkan kegagalan pasar.

Ia menilai, saat ini operasi pasar tidak diposisikan pemerintah untuk mencegah kegagalan pasar. Hal ini dikarenakan pemerintah menggelar pasar sendiri. Seharusnya, pemerintah menyalurkan barang kepada pedagang yang bersentuhan langsung dengan konsumen.

“Dulu zaman Presiden Suharto ada operasi pasar namun pemerintah memanggil pedagang, memasok barang dan menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET). Itu yang benar,” kata dia.

Menurut Enny, saat ini pemerintah dan pedagang seperti adu kuat menjual harga murah. Namun harga masih cukup tinggi. Hingga saat ini harga bawang merah Rp 45 ribu per kilogram dan daging sapi segar Rp 120 ribu per kilogram.

Sumber: http://www.harnas.co/2016/06/14/pemerintah-gagal-pahami-pasar

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close