Jakarta, Antara - Indonesia harus cepat
memanfaatkan peluang-peluang ekonomi yang bakal timbul pascaterpilihnya
Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat. ”Dampak terpilihnya
Obama tidak langsung terhadap ekonomi Indonesia, tetapi program yang
dilancarkan Obama saat kampanye harus cepat direspons,” kata pengamat
ekonomi, Aviliani, Rabu (5/11) di Jakarta.
Menurut Aviliani,
janji Obama saat kampanye, seperti mengurangi agresi militer,
diperkirakan dapat menurunkan defisit anggaran negara itu. ”Jika
anggaran militer selama ini cukup besar berkurang, tentu AS kemungkinan
bisa menurunkan jumlah impor minyak yang berakibat cadangan devisanya
bisa meningkat,” kata Aviliani.
Dampak lanjutannya adalah harga
minyak di pasar internasional diperkirakan lebih stabil karena AS
merupakan salah satu negara yang membutuhkan energi dan bahan bakar
minyak (BBM) dalam jumlah yang sangat besar.
”Bukan saja di AS,
tingkat inflasi di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia bisa jadi
akan turun jika harga BBM dapat terkendali,” katanya.
Adapun
kampanye Obama yang akan menurunkan pajak bagi orang miskin di AS akan
memicu naiknya kembali daya beli masyarakat di negeri Paman Sam itu.
”Kalau daya beli warga AS meningkat, otomatis ekspor Indonesia juga
akan kembali berpeluang untuk ditingkatkan,” tuturnya.
Hingga
kini, AS merupakan tujuan ekspor terbesar produk-produk Indonesia
selain ke Jepang, Singapura, dan sejumlah negara di Eropa.
Sementara
dari sisi investasi, jika Obama berhasil mengembalikan kepercayaan
masyarakat AS bahwa ekonomi negara itu bisa pulih, bukan tidak mungkin
investasi AS ke Indonesia dan sejumlah negara berkembang akan pulih.
Harapan otoritas moneter
Terpilihnya
Obama sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat juga menguakkan harapan
bagi otoritas moneter Indonesia. Mereka berharap Obama mampu memulihkan
perekonomian negara adidaya tersebut.
”Saat ini, kita optimistis
pemerintahan baru di bawah Obama akan realistis dan menolong pasar yang
selama ini sudah kehilangan kendali sehingga membutuhkan intervensi
pemerintah,” kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Bank Indonesia
Halim Alamsyah.
Menurut Halim, dengan terpilihnya Obama menjadi
presiden, diharapkan mampu mengeluarkan kebijakan ekonomi AS yang lebih
berani dan akan menolong perekonomian AS sendiri. Kebijakan tersebut
nantinya akan memberi dampak positif bagi perekonomian global secara
keseluruhan. (joy)