Home About Us Organization Structure Publications Database Links Contact
News

08/10/2008 12:37

Pemerintah Salah Atasi Krisis

Vina Nurul Iklima

 

 




 

INILIAH.COM, Jakarta- Langkah Pemerintah Susilo Bambang Yudoyono dalam mengatasi dampak krisis global kurang tepat.

Pengamat ekonomi Indef, Fadil Hasan beranggapan kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi penularan krisis global pada perekonomian domestik dengan cara menempuh mekanisme transmisi perdagangan dengan segala penurunanannya kurang tepat. Indef menilai kajian teori tradisional tersebut memang tidak salah. Namun, dalam kajian kontemporer, transmisi ini kurang berpengaruh.

Sebenarnya salah satu masalah yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan global saat ini adalah kompetisi yang menyebabkan terjadinya fleksibel term of trade antar negara. Menurutnya, untuk konteks Indonesia sendiri pengalaman yang ada menunjukkan, transmisi dan efek penularan dari satu krisis tidak terjadi melalui perdagangan. Pengalaman dari krisis moneter 1997-1998 menunjukkan, laju ekspor Indonesia tetap menunjukkan tingkat pertumbuhan yang positif.

Untuk menangani krisis keuangan di Indonesia Indef menyarankan agar pemerintah menjaga stabilitas moneter dengan cara menjaga indepedensi dalam mengambil kebijakan dan mencegah sejauh mungkin intervensi luar, dan mempertahankan suku bunga. Langkah lainnya adalah penginjeksian secara besar-besaran likuiditas ke dalam sistem perbankan nasional dengan cara penurunan ketetapan Giro Wajib Minimum (GWM) dengan mengikuti fluktuasi nilai obligasi negara, perpanjangan fasilitas repo bagi pemegang obligasi negara dan perluasan fasilitas repo untuk individual, peningkatan batas maksimum nominal pembawaan uang kartal ke luar negeri, pengerahan dana APBN dan APBD yang idle ke dalam simpanan bank terutama Bank BUMN, membuat satu kerangka aturan yang mewajibkan lembaga pensiun dan asuransi untuk sejauh mungkin menmapatkan dananya pada perbankan, pemberlakuan kontrol devisa terbatas, mengambil inisiatif percepatan pencapaian kesepakatan koordinasi operasi pasar dan kerjasama likuiditas antar bank sentral se kawasan.[L5]

 

Sumber: inilah.com

 


Home | About Us | Organization Structure | Publications | Database | Links | Contact | TOP
© 2005 - 2010 INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) - all rights reserved
Website developed by Focus Digital Design - Report Bugs & Errors - Hosted by JakNetwork

 

News
Stimulus fiskal 2010 masih dibutuhkan
Pemulihan ekonomi negara lain bisa picu pelarian modal

----
Peringkat utang RI stabil
----
Pengamat: Ibu Ani Terganggu

----
PRO DAN KONTRA

Penurunan Premium Angkat Daya Beli

----
Premium Turun Cuma Rp 500, Barang dan Transportasi Sulit Turun
----
Manfaatkan Momentum Obama
----
Korupsi Politik dan Yudisial Ancam Demokrasi
----
Ratusan Miliar Uang Bank Domestik Membeku di Indover
----
Perlu Koordinasi Lintas Sektoral untuk Dorong Sistem Resi Gudang
----
IMBAS KRISIS KEUANGAN
Realisasi Insentif Dunia Usaha Harus Segera

----
Siasati Krisis dengan Penempatan TKI Skill
----
Subsidi Naik Rp 15,84 Triliun
----

Presiden Minta Masukan untuk dibawa ke Pertemuan G-20

----
ANTISIPASI DAMPAK KRISIS

Pemerintah Perlu Perbaiki Sistem Kredit UMKM

----
Kurs Dolar AS Menguat Terhadap Rupiah, Inflasi Mengancam
----
Dampak Krisis Global: Implementasi Inpres Sektor Riil Diefektifkan
----
Atasi Krisis? Biarkan Rupiah Depresiasi Gradual
----
Pasar Modal Sektor Pertama Terkena Imbas Krisis AS
----
Pemerintah Salah atasi Krisis
----


Search INDEF
Keywords:
Publications
Database
Articles